Massa FPR Geruduk UP3 Madura, Manager Menghindar?

- Editorial Team

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi FPR, mendorong barisan pengamanan demontrasi Polres Pamekasan saat menyampaikan aspirasi pelayanan kelistrikan yang buruk di Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com/Nurifan Hairi

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi FPR, mendorong barisan pengamanan demontrasi Polres Pamekasan saat menyampaikan aspirasi pelayanan kelistrikan yang buruk di Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com/Nurifan Hairi

OkeDaily.com – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda Raas, disingkat FPR pada Rabu (04/03/2026), kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Madura, Kabupaten Pamekasan.

Diketahui, aksi tersebut merupakan buntut dari kekecewaan warga Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep, atas buruknya pelayanan kelistrikan yang sering padam tanpa kejelasan.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Narkoba, Polres Sumenep Amankan Oknum Wakil Rakyat

Korlap Aksi, Kurdiansyah, menyatakan bahwa absennya Pimpinan UP3 Madura untuk menyambut peserta aksi, sangat disayangkan. Padahal, FPR telah melayangkan surat pemberitahuan secara resmi jauh-jauh hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat kecewa. Sejak 26 Februari lalu, kami sudah mengantarkan surat pemberitahuan aksi. Namun hari ini, Manajer UP3 Madura, Fahmi Fahresi, dan Manajer ULP Kangean, Khairul Ismail, tidak memenuhi pemberitahuan tersebut,” ujarnya, di sela-sela aksi.

Ia juga menegaskan, kedatangan FPR adalah untuk menagih janji yang disepakati pada, Senin 17 november 2025, saat gelar audiensi. Namun hingga kini, beberapa poin tuntutan belum juga terealisasi.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Sambut Hangat Silaturahim DPW Hidayatullah Bali di Gedung DPRD Bali

Oleh karenanya, FPR menduga ada pembohongan publik terkait komitmen perbaikan listrik di wilayah kepulauan, khususnya Kecamatan Raas. Hal ini menambah catatan panjang kisah klasik penderitaan masyarakat setempat.

Sementara itu perwakilan UP3 Madura, Anton, mengklaim bahwa telah menanggapi tuntutan sebelumnya. Ia pun memberikan klarifikasi terkait absennya jajaran manajerial yang anggapan sengaja menghindari massa aksi.

“Manajer tidak hadir bukan tanpa alasan, tetapi karena sedang menjalankan perjalanan dinas,” terangnya di hadapan massa FPR.

Baca Juga :  Kasus DBD di Sumenep Meningkat, RSUD Moh Anwar Imbau Masyarakat Waspada

Ditegaskan Anton, bahwa UP3 Madura telah menerima poin-poin tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa dan masyarakat. Sebagai langkah prosedural, pihaknya menerbitkan surat tanda terima resmi atas tuntutan tersebut.

“Tuntutan rekan-rekan mahasiswa akan kami buatkan surat tanda terima. Hal ini akan menjadi bahan kajian mendalam di internal sebelum nantinya Manajer UP3 Madura dan ULP Kangean menandatangani pakta integritas yang diminta,” tegas Anton.

Saat ini, kondisi kelistrikan di Kepulauan Raas tengah menjadi sorotan tajam. Pemadaman yang sering terjadi dinilai telah menghambat sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan, terlebih pada momentum bulan suci Ramadan.

Baca Juga :  Silaturahmi Pangdam V/Brawijaya Bersama Forkopimda dan Ulama Sampang, Ini Harapannya

Pihak FPR pun mengancam akan membawa gelombang massa yang lebih besar, jika pakta integritas tidak segera ditandatangani dan tidak ada perubahan nyata di lapangan.

Sebab, bagi warga Kepulauan Raas, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan hak warga negara yang harus dipenuhi secara adil tanpa diskriminasi wilayah.

Facebook Comments Box

Penulis : Nurifan Hairi

Editor : Mashudi S

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi
Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Related News

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:10 WIB

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:40 WIB

AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB