Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

- Editorial Team

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kita lupa melihat bahwa beliau seorang pebisnis yang hebat, seorang kepala negara yg hebat, kepala keluarga yang hebat, orator ulung, dan kehebatan lainnya yang sangat multidimensional. Semua itu penting kita gali dan spill dalam konteks kekinian di tengah maraknya krisis dalam mencari sosok figur sentral untuk menata dunia ini.

Allah SWT menegaskan dalam Al Qur’an “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” Q.S. Al Azhab ayat 21.

Baca Juga :  Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Di tengah maraknya kegiatan memperingati maulid nabi. kita berharap gerakan semua itu bukan sebatas menjadi gerakan rutinitas yang sarat fomalitas tapi bisa menumbuhkan kesadaran profetik, berperilaku etik, meneguhkan mental, dan memiliki semangat jihad yang progresif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka selanjutnya, kerangka pikir yang harus kita bangun adalah bahwa merayakan maulid nabi bukan hanya berfokus pada bagaimana mengenang hari lahirnya nabi, tapi yang lebih esensial bagaimana semangat kenabian itu terus dibangun untuk melahirkan aksi dan semangat transformasi. Dari ritual ke tindakan sosial. Dari retorika ke tindakan nyata.

Baca Juga :  Komersialisasi Pendidikan Fakultas Pertanian Unisma, Apakah Bagian Dari Pendidikan Merdeka?

Kini nabi sudah tidak ada. Tapi kerja-kerja kenabian tidak boleh berhenti sampai kapanpun ia harus melekat terus di pundak kita untuk menjadi misi kerja kolektif sampai kehidupan dunia benar-benar berakhir.

Baca Juga :  Kontroversi Data Belanja Iklan Nasional di HPN 2023, Dunia Pers Indonesia Tidak Baik-baik Saja?

Menurut Prof A. Rusdiana, bahwa Maulid Nabi setidaknya dapat dibaca melalui empat dimensi: refleksi diri, aktualisasi akhlak, penguatan cinta, syukur. dan kepedulian sosial.

Pertama, refleksi diri. Hal ini sebagai jalan untuk menilai jarak antara nilai yang diyakini dg perilaku yg dijalani.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing
Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Latest News