Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

- Editorial Team

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

OkeDaily.com – Bangsa ini harus berani mengajukan satu pertanyaan yang selama ini terlalu sering kita hindari: Benarkah kita sudah merdeka?.

Secara administratif, tentu saja Indonesia merdeka. Bendera merah putih berkibar, lagu Indonesia Raya dinyanyikan, upacara digelar, dan setiap 17 Agustus kita diminta mengingat bahwa penjajahan telah berakhir.

Baca Juga :  Tak Henti Berinovasi, RSUD Moh Anwar Sumenep Buka Depo Farmasi Rawat Jalan 2

Tetapi kemerdekaan ternyata tidak selalu berarti bebas. Penjajah memang sudah pergi. Tetapi virus penjajahan tampaknya tertinggal lalu bermutasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari penjajahan bangsa asing menjadi penjajahan oleh bangsa sendiri. Dari merampas tanah dengan senjata menjadi merampas hak dengan aturan.

Baca Juga :  Ribut-ribut di Tetangga Sebelah, Kebocoran APBD?

Bahkan, dari menindas dengan kekuatan militer menjadi menindas dengan kekuasaan, birokrasi, uang dan hukum yang bisa diputar sesuai kepentingan.

Dulu kita melawan penjajah. Sekarang, kadang-kadang kita justru harus melawan orang yang mengaku sedang menjalankan negara.

Baca Juga :  Majulah Pers Indonesia, SWI Akan Gelar Deklarasi dan Rakernas Juli Mendatang

Penegak hukum bisa berubah menjadi pelanggar hukum. Penangkap perampok bisa lebih sibuk menghitung hasil rampokan. Pemburu koruptor bisa tergoda menjadi pengepul kekayaan hasil korupsi.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer
Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Related News

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB