Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

- Editorial Team

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Hampir setiap hari kita mendengar lantunan solawatan dari sudut- sudut kantor pemerintahan, pengajian hingga kajian-kajian strategis tentang maulid. Kita sangat meyakini bahwa semua itu dilakukan semata-mata cinta dan mengharap syafaatnya, sehingga dengan panggilan cinta itulah hampir semua aparatur penyelenggara negara merayakannya.

Rupanya pemerintah sebagai aktor pelayan masyarakat (public servant) juga tak mau ketinggalan untuk merajut barokah dan syafaat, dan kita sangat bersyukur berarti nilai-nilai profetik pada gilirannya akan mempengaruhi pada cara bertindak mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Baca Juga :  Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Ketika dari semua sudut serentak menggema bacaan solawat. ini menjadi bukti nyata bahwa semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW sangatlah besar. Maka penting kali ini kita samakan persepsi dan orientasi untuk menjadikan maulid ini sebagai ruang refleksi profetik. Yakni sebuah ruang renungan bersama terhadap diri kita masing-masing untuk membaca diri.

Apakah kita dalam menjalankan kehidupan selama ini sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW? Apakah kita sudah mempraktikkan sikap jujur, sudah amanah, sudah menjadi manusia yg penuh bertanggug jawab atas tugas yang diembannya? sebagaimana dilakukan baginda nabi. baik dalam konteks individual maupun sosial?.

Mau tidak mau sebagai konsekuensi dari refleksi profetik. diri kita harus dipaksa total bahwa memperingati maulid nabi harus mempengaruhi terhadap cara kita berpikir, bertindak, bermasyarakat, bermedsos, hingga pada hidup berbangsa dan bernegara agar tujuan utama meneladani Rasulullah SAW bisa dicapai maksimal.

Baca Juga :  Peringatan Maulid Nabi, Zulfikar DPRD Bali Ajak Masyarakat Meneladani Cinta Nabi Terhadap Lingkungan

Sebagai pribadi yang hebat. Kita perlu memandang beliau dalam perspektif yang luas. Selama ini kita menyadari bahwa melihat beliau hanya berkutat pada satu sisi yaitu sebagai pendakwah. Pada hal beliau sosok hebat yg komplit dan kosmopolit.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing
Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Latest News