Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya

- Redaksi

Sabtu, 8 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (batik hitam) dan Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan (batik merah). ©Okedaily.com

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (batik hitam) dan Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan (batik merah). ©Okedaily.com

OkeDaily.com Kabupaten Sumenep, Madura, dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan warisan budaya, terutama dalam dunia perkerisan. Berbicara keris bukan sekadar senjata tradisional, tetapi juga memiliki nilai historis, filosofi, dan spiritual yang tinggi.

UNESCO mengakui Sumenep sebagai daerah pemilik pengrajin keris terbanyak di dunia, sehingga menjadi kebanggaan sekaligus tantangan agar mampu mempertahankan dan memanfaatkan keunggulan ini. Sayangnya, generasi muda semakin jarang mengenal makna di balik pusaka bersejarah tersebut.

Baca Juga :  IKSASS Badung Gelar Doa Bersama Atas Wafatnya Nyai Makkiyah Asad

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) mengambil langkah strategis dengan menerbitkan buku sejarah keris khusus untuk siswa Sekolah Dasar (SD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buku Sejarah Keris untuk Siswa SD

Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, menyampaikan bahwa buku ini dirancang agar mudah dipahami anak-anak. Selain menggunakan bahasa yang ringan, buku ini juga akan dilengkapi ilustrasi menarik guna membantu siswa lebih mudah menyerap informasi.

“Penyusunan buku ini akan melibatkan ahli sejarah, budayawan, serta illustrator profesional agar informasi yang disampaikan akurat dan menarik bagi anak-anak,” ujarnya.

Buku tersebut diharapkan menjadi jembatan generasi muda dalam mengenal dan mencintai warisan leluhurnya. Dengan pendekatan yang edukatif dan interaktif, anak-anak tidak hanya akan mengenal bentuk keris, tetapi juga sejarah, filosofi, dan teknik pembuatannya yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga :  Rutinitas Anggota, Ini Rencana Kegiatan PJI Sumenep di Bulan Ramadhan

Menanamkan Sadar Budaya Sejak Dini

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa literasi budaya sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, Kota Keris, sebutan lain Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan budaya yang harus diwariskan kepada anak-anak sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengetahuan tentang literasi budaya, khususnya sejarah keris. Ini adalah bagian dari identitas kita yang tidak boleh hilang,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya pemahaman anak-anak tentang sejarah dan makna filosofi di balik pembuatan keris. Padahal, sambungnya, setiap bilah keris menyimpan simbol dan teknik pembuatan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga :  Kesepakatan Dagang Tanpa Label Halal, Ansor Sumenep Serukan Boikot Produk AS

“Jangan sampai anak-anak kita tidak tahu tentang sejarah keris, karena ini bukan sekadar benda pusaka, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah bangsa,” tambahnya.

Komitmen Membangun Identitas Budaya Generasi Muda

Penerbitan buku sejarah keris yang direncanakan Bupati Wongsojudo ini menjadi salah satu langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal. Dengan edukasi yang tepat, anak-anak diharapkan lebih memahami dan menghargai warisan leluhurnya.

Baca Juga :  Bupati Wongsojudo: PPPK Paruh Waktu Tingkatkan Kinerja Demi Pelayanan Publik

Tidak hanya menjadi bacaan edukatif belaka, buku ini juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Madura untuk dapat melakukan hal serupa dalam melestarikan budaya masing-masing.

Dengan memahami sejarah keris, anak-anak tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa.

Kendati demikian, warisan leluhur harus terus dijaga, dan langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya bisa terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya
Bupati Wongsojudo Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah
Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya
Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar
HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior
Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong
Bupati Wongsojudo: Menjaga Gamelan dan Topeng Sumenep dari Kepunahan
MWC NU Bangsalsari Sukses Gelar Resepsi Harlah NU ke-102 di Ponpes Darul Hidayah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:09 WIB

RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31 WIB

Bupati Wongsojudo Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:15 WIB

Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya

Rabu, 29 April 2026 - 11:02 WIB

Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:50 WIB

HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB