Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya

- Editorial Team

Sabtu, 8 Maret 2025 - 20:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (batik hitam) dan Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan (batik merah). ©Okedaily.com

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (batik hitam) dan Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan (batik merah). ©Okedaily.com

OkeDaily.com – Kabupaten Sumenep, Madura, dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan warisan budaya, terutama dalam dunia perkerisan. Berbicara keris bukan sekadar senjata tradisional, tetapi juga memiliki nilai historis, filosofi, dan spiritual yang tinggi.

UNESCO mengakui Sumenep sebagai daerah pemilik pengrajin keris terbanyak di dunia, sehingga menjadi kebanggaan sekaligus tantangan agar mampu mempertahankan dan memanfaatkan keunggulan ini. Sayangnya, generasi muda semakin jarang mengenal makna di balik pusaka bersejarah tersebut.

Baca Juga :  Polemik Defisit APBD Sumenep 2025: Perspektif Akuntansi dan Pandangan Djoni

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) mengambil langkah strategis dengan menerbitkan buku sejarah keris khusus untuk siswa Sekolah Dasar (SD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buku Sejarah Keris untuk Siswa SD

Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, menyampaikan bahwa buku ini dirancang agar mudah dipahami anak-anak. Selain menggunakan bahasa yang ringan, buku ini juga akan dilengkapi ilustrasi menarik guna membantu siswa lebih mudah menyerap informasi.

“Penyusunan buku ini akan melibatkan ahli sejarah, budayawan, serta illustrator profesional agar informasi yang disampaikan akurat dan menarik bagi anak-anak,” ujarnya.

Buku tersebut diharapkan menjadi jembatan generasi muda dalam mengenal dan mencintai warisan leluhurnya. Dengan pendekatan yang edukatif dan interaktif, anak-anak tidak hanya akan mengenal bentuk keris, tetapi juga sejarah, filosofi, dan teknik pembuatannya yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga :  HNSI Sumenep Terlibat Tebar Kebaikan Bersama MP3S

Menanamkan Sadar Budaya Sejak Dini

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa literasi budaya sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, Kota Keris, sebutan lain Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan budaya yang harus diwariskan kepada anak-anak sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengetahuan tentang literasi budaya, khususnya sejarah keris. Ini adalah bagian dari identitas kita yang tidak boleh hilang,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya pemahaman anak-anak tentang sejarah dan makna filosofi di balik pembuatan keris. Padahal, sambungnya, setiap bilah keris menyimpan simbol dan teknik pembuatan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga :  Jelang Pilwalkot, PMII Denpasar Usulkan Sampah Masuk Materi Debat

“Jangan sampai anak-anak kita tidak tahu tentang sejarah keris, karena ini bukan sekadar benda pusaka, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah bangsa,” tambahnya.

Komitmen Membangun Identitas Budaya Generasi Muda

Penerbitan buku sejarah keris yang direncanakan Bupati Wongsojudo ini menjadi salah satu langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal. Dengan edukasi yang tepat, anak-anak diharapkan lebih memahami dan menghargai warisan leluhurnya.

Baca Juga :  Pemuda Poteran Geruduk Polsek Raas, Ternyata Ini Penyebabnya

Tidak hanya menjadi bacaan edukatif belaka, buku ini juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Madura untuk dapat melakukan hal serupa dalam melestarikan budaya masing-masing.

Dengan memahami sejarah keris, anak-anak tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa.

Kendati demikian, warisan leluhur harus terus dijaga, dan langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya bisa terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Bupati Wongsojudo Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong di Hari Jadi Sumenep
Semarak HUT ke-81 RI, 26 Lembaga Pendidikan di Gayam Ikuti Carnaval Bertema Daur Ulang
Filosofi Stand Bappeda Sumenep di Madura Culture Fest #4: Merawat Budaya, Merancang Masa Depan
Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti JJS di Gayam, Puluhan Doorprize Bikin Suasana Makin Meriah
MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan
MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI
Tambang Galian C Ancam Asta Tinggi, Ansor Jatim Desak Penutupan Permanen
Sambut Akreditasi 2026, RSUD Moh Anwar Gelar Lomba Kesiapan Ruangan

Related News

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Bupati Wongsojudo Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong di Hari Jadi Sumenep

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, 26 Lembaga Pendidikan di Gayam Ikuti Carnaval Bertema Daur Ulang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Filosofi Stand Bappeda Sumenep di Madura Culture Fest #4: Merawat Budaya, Merancang Masa Depan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti JJS di Gayam, Puluhan Doorprize Bikin Suasana Makin Meriah

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:32 WIB

MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB