Bupati Wongsojudo: Menjaga Gamelan dan Topeng Sumenep dari Kepunahan

- Editorial Team

Sabtu, 8 Maret 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, bincang seputar kesenian. ©Okedaily.com/Istimewa

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, bincang seputar kesenian. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com Keberlangsungan seni dan budaya daerah kerap menghadapi tantangan besar di tengah arus globalisasi. Salah satunya Kabupaten Sumenep, Madura, dibawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo terus berupaya dalam melestarikan warisan tersebut.

Di satu sisi, sebagaimana diketahui kaula muda semakin akrab dengan budaya populer modern, sementara di sisi lainnya, kesenian tradisional perlahan mulai kehilangan pelaku dan peminatnya. Inilah yang menjadi kekhawatiran Politisi PDIP itu.

Baca Juga :  Jumat Berkah, IPNU Sumatera Utara Berbagi

Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menginstruksikan Disbudporapar untuk meregenerasi pemain musik gamelan dan mencetak seribu penari topeng, adalah kebijakan yang patut diapresiasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentu ini bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan warisan budaya tetap lestari. Sumenep, sebagai daerah yang kaya akan tradisi, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesenian lokalnya.

Baca Juga :  Kabar Gembira, LPK-RI Kini Hadir Bagi Konsumen Sumenep

Kesenian gamelan dan tari topeng bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya Madura, khusunya Sumenep, yang memiliki nilai sejarah dan filosofis tinggi.

Oleh karena itu, inisiatif suami Nia Kurnia Fauzi itu layak dapat applause. Sebab jika tidak ada regenerasi pemain dan penari, misalnya, kita akan kehilangan bukan hanya seni itu sendiri tetapi juga cerita dan makna yang terkandung di dalamnya.

Seyogyanya, kebijakan ini juga selaras dengan semangat pendidikan budaya sejak dini. Dengan melibatkan anak-anak Sekolah Dasar, Pemerintah Kabupaten Sumenep tengah berupaya menanamkan kecintaan terhadap seni tradisional sejak kecil.

Baca Juga :  Sarah Desideria Mendapatkan Penghargaan "DR. Manumukt Manav Distingushed Service Award 2021"

Tak sedikit yang menilai ini adalah pendekatan cerdas, karena semakin dini mereka mengenal budaya sendiri, semakin besar kemungkinan mereka tumbuh dengan rasa memiliki dan ingin melestarikannya.

Namun, program ini tentu membutuhkan dukungan lebih dari sekadar instruksi seorang Kepala Pemerintahan. Harus ada keterlibatan aktif dari masyarakat dan sekolah, serta para maestro seni untuk memastikan pelatihan berjalan dengan efektif.

Baca Juga :  Cerita Imajinatif dari Negeri Tembakau, Izin Bisnis Tunggu Wangsit

Selain itu, hal yang tak kalah pentingnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep harus hadir memberikan apresiasi terhadap para pelaku seni juga perlu ditingkatkan, agar mereka merasa dihargai dan tetap bersemangat untuk berkarya.

Regenerasi pemain seni gamelan dan penari topeng bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga membangun kebanggaan dan karakter lokal di tengah persaingan budaya global.

Harapannya, langkah ini harus berkelanjutan dan terus diperkuat, agar di masa depan, seni budaya Sumenep tetap hidup dan dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional.

Baca Juga :  Kapolres Sampang Bagikan Sembako Masyarakat Kurang Mampu

Pemkab Sumenep sudah memulai langkah besar, kini tinggal bagaimana semua pihak ikut bergotong royong agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan berkembang. Jangan sampai gamelan dan topeng hanya menjadi cerita masa lalu yang terlupakan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan
MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI
Tambang Galian C Ancam Asta Tinggi, Ansor Jatim Desak Penutupan Permanen
Sambut Akreditasi 2026, RSUD Moh Anwar Gelar Lomba Kesiapan Ruangan
PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga
RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya
Bupati Sumenep Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah
Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya

Related News

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:32 WIB

MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong, Murid Baru Disambut Semangat Kebersamaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:44 WIB

MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:34 WIB

Tambang Galian C Ancam Asta Tinggi, Ansor Jatim Desak Penutupan Permanen

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:23 WIB

Sambut Akreditasi 2026, RSUD Moh Anwar Gelar Lomba Kesiapan Ruangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:04 WIB

PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB