Bupati Wongsojudo: Menjaga Gamelan dan Topeng Sumenep dari Kepunahan

- Redaksi

Sabtu, 8 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, bincang seputar kesenian. ©Okedaily.com/Istimewa

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, bincang seputar kesenian. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com Keberlangsungan seni dan budaya daerah kerap menghadapi tantangan besar di tengah arus globalisasi. Salah satunya Kabupaten Sumenep, Madura, dibawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo terus berupaya dalam melestarikan warisan tersebut.

Di satu sisi, sebagaimana diketahui kaula muda semakin akrab dengan budaya populer modern, sementara di sisi lainnya, kesenian tradisional perlahan mulai kehilangan pelaku dan peminatnya. Inilah yang menjadi kekhawatiran Politisi PDIP itu.

Baca Juga :  Komitmen Bupati Wongsojudo Guru Ngaji Dapat Tunjangan dan Jaminan Sosial

Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menginstruksikan Disbudporapar untuk meregenerasi pemain musik gamelan dan mencetak seribu penari topeng, adalah kebijakan yang patut diapresiasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentu ini bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan warisan budaya tetap lestari. Sumenep, sebagai daerah yang kaya akan tradisi, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesenian lokalnya.

Baca Juga :  Antusias Masyarakat Ikuti Seleksi Calon Satgas Kebencanaan LPBI NU Situbondo

Kesenian gamelan dan tari topeng bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya Madura, khusunya Sumenep, yang memiliki nilai sejarah dan filosofis tinggi.

Oleh karena itu, inisiatif suami Nia Kurnia Fauzi itu layak dapat applause. Sebab jika tidak ada regenerasi pemain dan penari, misalnya, kita akan kehilangan bukan hanya seni itu sendiri tetapi juga cerita dan makna yang terkandung di dalamnya.

Seyogyanya, kebijakan ini juga selaras dengan semangat pendidikan budaya sejak dini. Dengan melibatkan anak-anak Sekolah Dasar, Pemerintah Kabupaten Sumenep tengah berupaya menanamkan kecintaan terhadap seni tradisional sejak kecil.

Baca Juga :  Komitmen Bupati Wongsojudo Dalam Percepatan Penurunan Tengkes Berbuah Manis

Tak sedikit yang menilai ini adalah pendekatan cerdas, karena semakin dini mereka mengenal budaya sendiri, semakin besar kemungkinan mereka tumbuh dengan rasa memiliki dan ingin melestarikannya.

Namun, program ini tentu membutuhkan dukungan lebih dari sekadar instruksi seorang Kepala Pemerintahan. Harus ada keterlibatan aktif dari masyarakat dan sekolah, serta para maestro seni untuk memastikan pelatihan berjalan dengan efektif.

Baca Juga :  Perpres Dana Abadi Pesantren Ditanda-tangani, PW IPNU Sumatera Utara: Siap Kawal Sampai Tepat Sasaran

Selain itu, hal yang tak kalah pentingnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep harus hadir memberikan apresiasi terhadap para pelaku seni juga perlu ditingkatkan, agar mereka merasa dihargai dan tetap bersemangat untuk berkarya.

Regenerasi pemain seni gamelan dan penari topeng bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga membangun kebanggaan dan karakter lokal di tengah persaingan budaya global.

Harapannya, langkah ini harus berkelanjutan dan terus diperkuat, agar di masa depan, seni budaya Sumenep tetap hidup dan dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Raih Penghargaan Ketahanan Pangan Jatim 2023

Pemkab Sumenep sudah memulai langkah besar, kini tinggal bagaimana semua pihak ikut bergotong royong agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan berkembang. Jangan sampai gamelan dan topeng hanya menjadi cerita masa lalu yang terlupakan.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya
Bupati Wongsojudo Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah
Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya
Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar
HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior
Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong
Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya
MWC NU Bangsalsari Sukses Gelar Resepsi Harlah NU ke-102 di Ponpes Darul Hidayah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:09 WIB

RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31 WIB

Bupati Wongsojudo Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:15 WIB

Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya

Rabu, 29 April 2026 - 11:02 WIB

Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:50 WIB

HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB