Muhammadiyah: Pernyataan Megawati Tentang Minyak Goreng Akan Jadi Senjata Ampuh

- Editorial Team

Minggu, 20 Maret 2022 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak goreng kini langka dan mahal setelah HET dicabut oleh pemerintah. Foto/Rodnae Production

Minyak goreng kini langka dan mahal setelah HET dicabut oleh pemerintah. Foto/Rodnae Production

JAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas membela pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati terkait kelangkaan minyak goreng.

Sebelumnya, pernyataan Megawati yang menyoroti mengenai masalah kelangkaan minyak goreng memantik perdebatan di tengah publik.

Anwar Abbas mengatakan, pernyataan Megawati apabila ditangkap dengan hati yang jernih dapat menjadi sebuah senjata yang ampuh. Pasalnya, hal tersebut akan bisa memberikan dampak sosial ekonomi dan politik yang positif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya rasa apa yang disampaikan Ibu Megawati tersebut kalau kita tangkap dengan hati yang jernih maka dia malah bisa menjadi sebuah senjata yang sangat ampuh karena hal tersebut akan bisa menimbulkan dampak sosial ekonomi dan politik yang positif yang luar biasa besarnya,” kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/3).

 

Baca Juga :  Sikapi Skandal Ketua KPK, PMII Sumenep Gelar Konferensi Pers Tuntut Begini

Megawati sebelumnya mempertanyakan apakah ibu-ibu di Indonesia hanya mengetahui cara memasak dengan menggoreng. Hal itu Mega lontarkan di tengah situasi kelangkaan minyak goreng dan banyak ibu-ibu yang rela mengantre demi bisa membeli minyak goreng.

Padahal, menurut Megawati, ada cara masak lain dalam mengelola bahan makanan, seperti merebus hingga mengukus.

Menurut Anwar Abbas, pernyataan Megawati itu seharusnya bisa menjadi komunikasi sosial di antara sesama ibu-ibu dan meningkatkan diskusi bagaimana cara yang tepat agar masakan yang mereka buat tidak memakai minyak goreng dan tetap enak.

Dari perspektif ekonomi, kalau ibu-ibu bisa menyajikan makanan yang enak kepada keluarganya tanpa digoreng hal ini akan sangat berdampak pada usaha dari para mafia dan atau para pedagang besar minyak goreng.

Baca Juga :  Apa Masalahnya WFH? Solusi Hemat Energi di Tengah Geopolitik Memanas

Sebab, dari langkah yang diambil oleh ibu-ibu tersebut telah membuat permintaan terhadap minyak goreng akan menurun secara drastis.

“Dan bila hal ini berlangsung cukup lama, maka tentu usaha mereka akan bangkrut,” imbuhnya.

Menurut dia, hal ini bisa mendorong mereka untuk melepas stok minyak goreng yang mereka simpan atau timbun, sehingga kehidupan ekonomi terutama yang terkait dengan minyak goreng tentu akan kembali normal.

Kemudian, bila melihat dari perspektif politik, pernyataan Megawati tentu akan bisa menciptakan stabilitas kehidupan masyarakat yang baik. Pasalnya, mereka bisa kembali hidup dengan tenang.

“Jadi kesimpulannya bila ibu-ibu atau emak-emak di negeri ini bisa bersatu maka mafia minyak goreng dan atau mafia-mafia lainnya tentu akan bisa bertekuk lutut di hadapan kekuatan yang mereka miliki,” jelas Anwar Abbas.

Sebagai informasi, minyak goreng telah kembali langka dan mendadak mahal. Sebab, Mendag Muhammad Lutfi telah mencabut harga eceran tertinggi (HET) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang HET Minyak Goreng Sawit.

Baca Juga :  Gudang Penyimpanan Minyak Goreng Jumlah Fantastis, John Nababan : Sedang Kami Dalami

Sebelumnya, HET minyak goreng curah Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan kemasan premium Rp14 ribu per liter.

Namun dengan pencabutan aturan itu, HET minyak goreng curah kini menjadi Rp14 ribu per liter sedangkan harga kemasan premium diserahkan kepada mekanisme pasar.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Jumat, 25 September 2026 - 19:29 WIB

GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Latest News