Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

- Editorial Team

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika birokrasi lemah, korupsi meluas, pelayanan publik memburuk, dan penegakan hukum tidak berjalan secara konsisten, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga sipil dapat menurun.

Reformasi institusi sipil tidak dimaksudkan untuk memperkuat satu lembaga tertentu, melainkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola negara secara keseluruhan, sekaligus mengurangi potensi penguasaan militer dalam ruang-ruang Publik. Mengapa perlu dibatasi, tujuannya agar potensi hasrat birahi berpolitik militer dapat dibendung.

Baca Juga :  Kenaikan Beras di NTT, Pemerintah Harus Cepat Menstabilkan

Ketika institusi sipil mampu menjalankan tugasnya secara efektif, kebutuhan untuk mengandalkan institusi lain dalam menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan dapat berkurang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini membantu menjaga pembagian peran sesuai konstitusi: pemerintah sipil memimpin penyelenggaraan negara, sementara militer menjalankan fungsi pertahanan negara secara profesional di bawah kendali otoritas sipil.

Baca Juga :  Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Dengan demikian, reformasi institusi sipil bukan sekadar agenda administratif, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi.

Supremasi sipil akan lebih kokoh apabila didukung oleh birokrasi yang profesional, lembaga politik yang akuntabel, penegakan hukum yang independen, dan pemerintahan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Subkhan AS

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Related News

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:54 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Latest News