Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam kerangka tersebut, reformasi institusi sipil merupakan fondasi penting bagi terciptanya negara yang demokratis, efektif, dan berdaya tahan menghadapi berbagai tantangan tata kelola.

Sebab dalam perspektif tata negara demokratis, peran serta militer perlu dijaga agar setiap perluasan peran tetap memiliki dasar hukum yang jelas, mekanisme akuntabilitas, serta pengawasan sipil yang efektif.

Baca Juga :  Aktivis PMII Demo Mapolres Sumenep, Imam Syafi'ie : Tebang Pilih Penegakan Hukum

Dengan demikian, keseimbangan antara penguatan institusi sipil dan profesionalisme militer merupakan salah satu prasyarat bagi hubungan sipil–militer yang sehat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya bukan membatasi kontribusi salah satu institusi, melainkan memastikan bahwa setiap lembaga negara menjalankan peran, kewenangan, dan tanggung jawabnya sesuai dengan kerangka konstitusi dan prinsip-prinsip demokrasi.

Baca Juga :  Diusulkan Jadi Cawapres, Gibran Dapat Gelorakan Generasi Muda Hadapi Stagnasi Demokrasi

Oleh karena itu, reformasi institusi sipil saat ini menjadi hal yang paling urgent. Maka, hal yang mesti dilakukan adalah:
1. Tingkatkan Kualitas SDM dilingkungan Institusi Sipil
2. Rekrutmen dan promosi ASN yang profesional berbasis kompetensi.
3. Perkuat sistem pencegahan korupsi.
4. Laksanakan transparansi pengelolaan APBN dan APBD.
5. Cegah praktik politik transaksional.
6. Berlakukan segera UU Perampasan Aset Pada Pelaku Korupsi.

Facebook Comments Box

Penulis : Subkhan AS

Sumber Berita: Okedailycom

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Senin, 13 Juli 2026 - 22:34 WIB

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:10 WIB

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 22:34 WIB