Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

- Editorial Team

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Selain itu, juga mengurangi efektivitas penggunaan APBN dan APBD, dan melemahkan profesionalisme birokrasi, serta enggerus legitimasi pemerintah dan lembaga demokrasi.

Tren 2024–2026 berdasarkan statistik penindakan dan perkara yang diumumkan KPK:

Tren 2024: Kasus didominasi oleh ASN, pejabat pemerintah daerah, BUMN, anggota DPR/DPRD, dan pihak swasta. Pengadaan barang/jasa menjadi modus terbanyak.

Tren 2025: Penindakan meningkat dan sekitar 51% perkara KPK berkaitan dengan pejabat daerah (eksekutif maupun legislatif).

Tren 2026 (hingga pertengahan tahun): Sejumlah perkara yang telah diumumkan masih didominasi kepala daerah, ASN, serta pengadaan barang dan jasa, namun data belum mencerminkan satu tahun penuh.

Baca Juga :  Ketidakpedulian Pemkab Lombok Tengah Terhadap Mahasiswa di Tanah Rantau

Tingginya jumlah perkara korupsi yang melibatkan pejabat sipil, dapat dijadikan salah satu indikator bahwa sistem supremasi sipil yang berjalan di negara tercinta ini dalam keadaan tidak baik.

Akibatnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga sipil, semakin melemah dan ini berdampak pada legitimasi demokrasi, Supremasi Sipil.

Baca Juga :  Lembaran XVII: Cak Fauzi Wong Endi?

Menguatnya Peran Militer

Facebook Comments Box

Penulis : Subkhan AS

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing
Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Related News

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Latest News