Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain itu, juga mengurangi efektivitas penggunaan APBN dan APBD, dan melemahkan profesionalisme birokrasi, serta enggerus legitimasi pemerintah dan lembaga demokrasi.

Tren 2024–2026 berdasarkan statistik penindakan dan perkara yang diumumkan KPK:

Tren 2024: Kasus didominasi oleh ASN, pejabat pemerintah daerah, BUMN, anggota DPR/DPRD, dan pihak swasta. Pengadaan barang/jasa menjadi modus terbanyak.

Tren 2025: Penindakan meningkat dan sekitar 51% perkara KPK berkaitan dengan pejabat daerah (eksekutif maupun legislatif).

Tren 2026 (hingga pertengahan tahun): Sejumlah perkara yang telah diumumkan masih didominasi kepala daerah, ASN, serta pengadaan barang dan jasa, namun data belum mencerminkan satu tahun penuh.

Baca Juga :  Pekerjaan Jasa Tenaga Kebersihan pada Sekretariat Daerah Probolinggo, Ini Temuannya

Tingginya jumlah perkara korupsi yang melibatkan pejabat sipil, dapat dijadikan salah satu indikator bahwa sistem supremasi sipil yang berjalan di negara tercinta ini dalam keadaan tidak baik.

Akibatnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga sipil, semakin melemah dan ini berdampak pada legitimasi demokrasi, Supremasi Sipil.

Baca Juga :  Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Menguatnya Peran Militer

Facebook Comments Box

Penulis : Subkhan AS

Sumber Berita: Okedailycom

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Senin, 13 Juli 2026 - 22:34 WIB

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:10 WIB

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 22:34 WIB