Rinciannya meliputi 13,2 ton sampah organik dari layanan pengangkutan, 215,56 ton sampah organik yang diantar langsung oleh sekitar 8.823 warga Sesetan dan Pedungan, 1,35 ton dari penyisiran sampah liar, serta 2,55 ton sampah plastik pembungkus organik.
Hari Kamis 25 Juni 2026 volume sampah organik 179,23 ton dan 2,5 ton sampah anorganik pembungkus organik. Sehingga rata rata sampah organik yang masuk ke TPS3R Sesetan 65 – 70 ton per hari. Bahkan pada hari besar keagamaan volume sampah bisa mencapai 90 ton.

Untuk sampah anorganik tercatat pada hari Senin, 29 Juni 2026 Moci/gerobak distop masuk ke TPS3R karena overload dan tercatat volume sampah anorganik 26,70 ton yg dibuang langsung oleh 1016 warga 2 desa.
pengolahan sampah anorganik telah didukung mesin RDF berkapasitas 20 ton dengan realisasi pengolahan sekitar 17,85 ton. Dengan kondisi mesin yang mengalami kerusakan sejak tgl 25 Juni pengolahan sampah anorganik juga terhenti.
Namun demikian, Tommy menilai persoalan utama justru berada pada pengelolaan sampah organik. Hingga kini TPS3R Sesetan belum memiliki mesin pengolah organik permanen dan masih menggunakan mesin pencacah milik PUPR yang diperbantukan.
Penggunaan mesin tersebut dinilai menimbulkan kebisingan, sedangkan keterbatasan kapasitas pengolahan menyebabkan penumpukan sampah organik yang memicu bau menyengat dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Penulis : Alfin
Editor : Firman Rusyadi
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















