DENPASAR, Okedaily.com – Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Partai Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, menyoroti perlunya upaya serius untuk membangkitkan kembali Muara Segara Kodang di Sesetan sebagai bagian dari penguatan kawasan pesisir selatan Denpasar. Menurutnya, Segara Kodang memiliki potensi besar sebagai pelabuhan pengumpan dan destinasi wisata berbasis budaya, religi, dan ekowisata.
“Denpasar sebagai kota metropolitan memiliki pesisir yang sangat lengkap dan beragam. Hampir seluruh kawasan pesisir dari timur hingga barat sudah berbenah dan menggeliat, kecuali Muara Segara Kodang yang masih tertinggal,” kata Tommy Sumertha, Rabu, (31/12).
Ia memaparkan, kawasan pesisir Denpasar mulai dari Pantai Padanggalak, kawasan Sanur dengan pelabuhan dan industri pariwisatanya, Pantai Mertasari, Muntig Siokan, Pantai Pemelisan Sidakarya dengan konsep wisata religi, hingga Serangan, Pelabuhan Benoa, Tahura Ngurah Rai, dan Waduk Muara Nusa Dua telah menunjukkan kemajuan signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fraksi Gerindra DPRD Kota Denpasar.
Penataan kawasan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisata dan pergerakan ekonomi masyarakat pesisir.
Namun, kondisi berbeda masih terlihat di Muara Segara Kodang, Sesetan. Padahal, kawasan ini pernah menjadi salah satu pelabuhan rakyat yang cukup strategis. “Dulu Segara Kodang sempat bersinar. Sekarang jati dirinya kian redup di tengah geliat ekonomi wisata pesisir yang makin kompetitif,” ujarnya.
Tommy menilai, tantangan utama terletak pada penyatuan visi dan langkah masyarakat Desa Adat Sesetan, termasuk perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang yang terintegrasi dengan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar. Ia mendorong agar Desa Adat Sesetan segera menyusun blueprint penataan kawasan yang mencakup muara sungai, pelabuhan, kawasan suci Pamelisan, serta pelestarian hutan mangrove.
“Penataan kawasan suci harus berjalan seiring dengan pelestarian agama, seni, tradisi, dan budaya. Di sisi lain, mangrove bisa dikembangkan sebagai ekowisata, sementara UMKM lokal diberi ruang agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebangkitan Segara Kodang tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan desa adat lain di pesisir selatan Denpasar seperti Sidakarya, Intaran, Sanur, Pedungan, Serangan, dan Pemogan, serta dukungan penuh pemerintah kota.
“Harapannya, Segara Kodang bisa sejajar dengan Pelabuhan Mertasari dan Serangan sebagai pelabuhan pengumpan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal menyatukan pikiran dan langkah seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.









