Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OkeDaily.com – Supremasi sipil tidak cukup hanya dijamin oleh aturan hukum. Ia juga bergantung pada kualitas institusi sipil. Ketika birokrasi, lembaga politik, dan penegakan hukum mengalami pelemahan akibat korupsi yang sistemik, maka efektivitas pemerintahan menurun dan kepercayaan publik terkikis.

Sebab, korupsi bukan sekadar tindak pidana ekonomi. Korupsi merupakan ancaman terhadap kapasitas negara karena mengurangi kemampuan pemerintah menjalankan fungsi-fungsi dasarnya secara efektif.

Baca Juga :  Nurhayati Jadi Tersangka Usai Bantu Penyidikan Dugaan Korupsi Kades

Padahal dalam negara Demokrasi modern, Supremasi Sipil merupakan prinsip fundamental yang menempatkan otoritas sipil yang dipilih secara demokratis sebagai pengendali utama penyelenggaraan negara, termasuk dalam menetapkan kebijakan pertahanan dan mengawasi institusi militer sesuai dengan konstitusi dan prinsip negara hukum.

Akibat maraknya tindak kejahatan korupsi yang di dominasi oleh Pejabat Publik Sipil, membuat Supremasi Sipil berada di posisi yang lemah saat ini.

Hal ini menunjukkan bahwa penguatan integritas sektor sipil masih menjadi tantangan besar dalam tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Tersangka Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Tak Kunjung Ditahan, Penegak Hukum Lelet

Korupsi yang berlangsung terus-menerus memiliki dampak jangka panjang, seperti menurunkan kualitas pelayanan publik, menghambat pembangunan ekonomi dan investasi.

Facebook Comments Box

Penulis : Subkhan AS

Sumber Berita: Okedailycom

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Senin, 13 Juli 2026 - 22:34 WIB

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:10 WIB

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 22:34 WIB