SUMENEP, OkeDaily.com – Belakangan ini publik dikagetkan dengan beredarnya isu tentang maraknya motor bodong di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura.
Isu tersebut mencuat setelah diduga adanya kongkalikong pasukan mata-mata peredaran motor tanpa dokumen resmi dengan pihak aparat keamanan, jika tidak melalui jalur yang telah disepakati bersama.
Jaringan mata-mata ini, juga melibatkan oknum penadah berinisial IP yang kerap turun ke kapal feri mengambil motor dagangannya, sekaligus menjadi mata-mata Polsek Sapudi jika ada motor bodong yang turun tanpa melalui jaringannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Praktik ini kembali menjadi sorotan, setelah adanya korban berinisial HS yang saat itu membawa motor tanpa dokumen resmi menuju Pulau Sapudi.
HS diperiksa oleh Polsek Sapudi saat turun kapal, meskipun sebelumnya motor yang sering dipakai ke luar pulau itu tidak pernah ada pemeriksaan secara prosedural.
“Saya tiba-tiba disetop dan diperiksa, mungkin karena sudah ada laporan dari jaringan mata-mata,” ujarnya, Rabu (05/08).
Ia mengaku diminta menyerahkan sejumlah uang dengan nominal Rp1,5 juta agar sepeda motornya bisa dikeluarkan dari Polsek Sapudi Polresta Sumenep.
“Awalnya diminta 2 juta, saya bilang tidak mampu, kemudian turun menjadi 1,5 juta, itu karena saya tidak koordinasi katanya, kalau koordinasi cukup 300 ribu,” jelasnya.
Penulis : Hasan Al-Hakiki
Editor : Mashudi Surahman
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















![Petugas Disdukcapil Kecamatan Gayam melakukan perekaman KTP-el di SMA Negeri 1 Gayam. Pelayanan jemput bola ini menyasar siswa yang sudah berusia 17 tahun, agar memiliki identitas kependudukan. ©okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260720_195326-360x200.jpg?v=1784552029)
