OkeDaily – Ketua HKTI Bali, I Made Muliawan Arya, menegaskan bahwa konsep ketahanan pangan tidak bisa dibangun secara instan dari hilir, melainkan harus dimulai dari hulunya, yakni petani.
Menurutnya, selama ini banyak program ketahanan pangan yang hanya berfokus pada distribusi dan bantuan, namun lupa memperkuat aktor utamanya. Petani harus menjadi subjek utama, bukan sekadar objek dalam rantai pasok pangan nasional.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari petani. Muliakan petani, berikan kepastian harga, akses pupuk, dan pendampingan. Jika petaninya sejahtera, maka pangannya pasti berdaulat,” tegas Ketua HKTI Bali, karib disapa De Gadjah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran koperasi sebagai penguat ekosistem. Koperasi menjadi jembatan yang menjaga agar hasil petani tidak dipermainkan tengkulak dan harga tetap stabil di pasaran. Koperasi adalah tulang punggung ekonomi gotong royong.
Namun, muara akhir dari semua itu bukan sekadar stok beras di gudang, melainkan gizi rakyat. Ketahanan pangan yang sejati adalah ketika setiap anak Indonesia, setiap keluarga, bisa mengakses makanan yang bergizi, sehat, dan terjangkau.
“Jangan sampai lumbung penuh tapi rakyat masih stunting. Ketahanan pangan harus bermuara pada gizi rakyat. Itu tujuan akhirnya. Dari petani, diperkuat koperasi, untuk gizi rakyat,” pungkasnya.
Penulis : Alfian Syaifullah
Editor : Andrean Masrofie
Sumber Berita: Okedaily Bali




![Ketua HKTI Bali, De Gadjah menegaskan ketahanan pangan harus dimulai dari petani, diperkuat koperasi dan bermuara pada gizi rakyat. ®okedaily.com [Foto: Dok. Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260920_082704.jpg?v=1789869057)





![Bupati Wongsojudo berkomitmen menekan angka kemiskinan dengan mendorong perlindungan sosial yang tepat sasaran dan pemberdayaan ekonomi berbasis kemandirian warga. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261022_235952-225x129.jpg?v=1792689425)
![Ketua DPRD Kabupaten Sumenep H. Zainal Arifin mengingatkan para santri untuk menguasai perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlakul karimah. ®okedaily.com [Foto: Dok. DPRD Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261023_001015-225x129.jpg?v=1792689440)


![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
