Kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di Dinas Pendidikan Sumenep Amburadul?

- Editorial Team

Jumat, 31 Desember 2021 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kualitas jendela tampak keropos dan berlobang kepunyaan salah satu lembaga pendidikan di Sumenep hasil kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. (c)okedaily.com

Kualitas jendela tampak keropos dan berlobang kepunyaan salah satu lembaga pendidikan di Sumenep hasil kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. (c)okedaily.com

Sumenep – Kualitas hasil pekerjaan kontraktual di beberapa lembaga pendidikan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang pendanaannya bersumber dari DAK Fisik Tahun Anggaran 2021, disoal oleh pemerhati dunia pendidikan Kota Keris.

Setelah beberapa tahun sebelumnya, pekerjaan pembangunan gedung pendidikan dikerjakan sendiri oleh lembaga (Swakelola). Tidak demikian untuk DAK Fisik Tahun Anggaran 2021.

Keseluruhan paket pekerjaan DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di Dinas Pendidikan Sumenep, dikontraktualkan kepada rekanan atau CV Pelaksana. Terhitung sejumlah puluhan paket menjadi kue bagi para pemborong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan tersebut sejalan dengan program Mendikbud. “Tahun ini kita berpindah dari sistem swakelola ke sistem kontraktual. Dimana ini akan dilaksanakan oleh dinas pendidikan agar sekolah tidak terbebani dengan semua urusan pengadaan barang dan jasa,” kata Nadiem Makarim 26 Februari 2021 silam.

Pada sistem kontraktual, kontrak dilakukan dari dinas pendidikan tiap daerah kepada penyedia jasa pembangunan. Adapun manajemen terpusat di Dinas Pendidikan, agar sekolah tidak terbebani terkait pengadaan barang dan jasa dan peralatan.

“Dan dari sisi waktu ada jaminan ketepatan penyelesaian. Harapannya hasilnya kualitas bangunan lebih baik dan efisiensi lebih baik,” imbuh Nadiem saat itu.

Namun keinginan Mendikbud tersebut, jauh panggang dari api. Hasil pekerjaan kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di sejumlah lembaga pendidikan Sumenep dikeluhkan.

Seperti yang disampaikan Andi Anis pemerhati pendidikan Kota Keris. “Iya DAK Fisik tahun 2021 hampir semua menjadi beban bagi pengguna manfaat alias jelek hasilnya akibat kebijakan satu pintu,” ujar dia, Kamis (30/12) malam.

Anis mengaku telah mendatangi beberapa lembaga pendidikan Sumenep guna melihat hasil pekerjaan pembangunan CV Pelaksana. Dibuktikan dengan dokumentasi yang diperlihatkan kepada Okedaily.com.

“Saya sudah datangi beberapa sekolah untuk dijadikan sampel seperti, SMPN 2 Sumenep, SMPN Lenteng, SMPN Nonggunong dan SMPN Ra’as. Perencanaan dan pengawasannya tidak bagus, coba lihat hasil yang di SMPN 2 yang berada di dalam Kota Sumenep,” ungkap Anis.

Lebih lanjut, Anis menerangkan kondisi hasil pekerjaan di SMPN 2 Sumenep, dimana jendelanya dibiarkan keropos dan bolong tanpa kaca. Hanya rangka atap diganti galvalum, lalu dicat.

“Jendela tidak tersentuh, ini menandakan perencanaan dan pengawasan yang amburadul. Kontraktual tidak menyelesaikan masalah, malah menambah masalah. Lebih baik dikembalikan kepada Swakelola,” ketusnya.

Kemudian, Anis juga mempertanyakan Tusi Dinas Pendidikan sebagai dinas terkait yang dinilainya tidak dijalankan.

“Dinas Pendidikan jangan berdiam diri ketika ada pekerjaan CV Pelaksana yang tidak maksimal, harus ada tindakan tegas,” tukas dia.

Sementara, awak media masih belum berhasil mendapatkan kontak CV Pelaksana pekerjaan DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 di SMPN 2 Sumenep guna meminta keterangannya.

Baca Juga :  ICW Apresiasi Hukuman Edhy Prabowo Diperberat

Begitu juga dengan Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab kontraktual DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 dikarenakan, hari ini Kabupaten Sumenep sedang mengadakan Mutasi Jabatan Tinggi Pratama Eselon II.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?
Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan
Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?
Mata Siber dan Srikandi Jaga Desa di Garis Depan Program Presiden Prabowo
Tata Kelola BPRS Bhakti Sumekar Dalam Bahaya, Ada Intervensi Bupati Sumenep?
Menjaga Marwah Bank Daerah, Tanggung Jawab Bupati Sumenep Tak Bisa Dihindari
Kredit Berbasis Kedekatan di BPRS Bhakti Sumekar, Langgar Regulasi Perbankan?
LABHI Bali dan Berdikari Law Office Lawan Dugaan Kriminalisasi Kakanwil BPN Bali I Made Daging

Related News

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:51 WIB

Mata Siber dan Srikandi Jaga Desa di Garis Depan Program Presiden Prabowo

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:31 WIB

Tata Kelola BPRS Bhakti Sumekar Dalam Bahaya, Ada Intervensi Bupati Sumenep?

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB