Kisah Klasik Persoalan BBM di Kepulauan Raas yang Diabaikan Pemkab Sumenep

- Editorial Team

Selasa, 26 April 2022 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas swadaya masyarakat pulau Raas dalam memenuhi kebutuhan pokok BBM yang beresiko dengan hukum. ©Redaksi

Aktivitas swadaya masyarakat pulau Raas dalam memenuhi kebutuhan pokok BBM yang beresiko dengan hukum. ©Redaksi

SUMENEP – Kisah klasik persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, selalu menghadirkan cerita baru. Bukan kisah yang enak dinikmati sebagai pengantar tidur tentunya.

Sekarang ini, hampir di semua wilayah Kepulauan Sumenep telah terdapat agen penyalur minyak dan solar resmi Pertamina yang lazim disebut APMS, kecuali Kepulauan Raas dan Kecamatan Kangayan.

Di Kecamatan Kangayan sendiri memang belum terbangun satupun APMS Pertamina, dan kebutuhan masyarakatnya akan BBM dipenuhi oleh agen terdekat.

Sedangkan di Pulau Raas berhasil terbangun satu yakni APMS 04, tetapi hal itu tak ubahnya museum merah putih belaka.

Baca Juga : Pemuda Raas Sorot Kelangkaan BBM, Camat Habibi Merespon

Sebelum dicabut izin operasionalnya oleh Pertamina, alokasi kuota BBM yang didapat APMS 04 Kecamatan Raas itu, praktis tidak pernah dapat dinikmati masyarakat setempat.

Kelangkaan BBM di Kepulauan Raas Tanpa Solusi, Dosa Siapa?
APMS 04 Kecamatan Raas, berdasarkan informasi warga sekitar bahwa sudah lebih setahun tidak beroperasi alias tidak mendapatkan suplay BBM dari Pertamina. ©Redaksi

Seperti ditegaskan Kanit Pidter Polres Sumenep, “Izin operasional APMS Raas sudah dicabut oleh Pertamina,” ujar Huda, Sabtu (23/4) malam, saat bertemu sambil berbincang ringan tentang krisis BBM Pulau Raas di Cafe Tanean, Sumenep.

Baca Juga :  Baru Masuk Daftar Forbes, Mogok Kerja Hingga Desakan Pecat Dirut Pertamina Mencuat

Tidak beroperasinya APMS 04 yang diketahui kepunyaan salah satu keluarga besar anggota dewan yang terhormat dari dapil Raas dan sekitarnya. Disinyalir sebagai inti cerita kisah klasik persoalan BBM yang viral beberapa waktu terakhir.

Baca Juga : Pemuda Raas Sorot Kelangkaan BBM, Camat Habibi Merespon

Diketahui hari ini, Senin (25/4) siang, telah berlangsung audiensi antara masyarakat dengan Forkopimcam Raas, di aula Kantor Kecamatan setempat, dengan pembahasan kelangkaan BBM yang terjadi.

Peserta audiensi, Murahwi, menyoroti penangkapan salah satu warga pulau Raas oleh Direktorat Kepolisian Air dan Udara (DitPolairud) Polda Jatim, ditengarai sebagai penyebab kelangkaan BBM.

Pemuda Raas Sorot Kelangkaan BBM, Camat Habibi Merespon
Aliansi Pemuda Raas mendatangi Kantor Kecamatan Raas saat gelar audiensi terkait kelangkaan BBM, hingga menyinggung penangkapan salah satu warga Raas di Pelabuhan Dungkek yang nekad swadaya mendatangkan BBM ke Pulau Raas. ©Redaksi

“Karena untuk saat ini yang punya rekom untuk ngambil BBM ke daratan Sumenep sangat takut, sehingga akibatnya pengangguran di Raas meningkat,” terang dia.

Camat Raas, Nur Habibi menyampaikan, akan segera memberi laporan langsung kepada Bupati dan Sekdakab Sumenep, atas kelangkaan BBM di wilayah yang dipimpinnya.

Baca Juga :  BEM Nusantara Jatim Peduli Lingkungan Melalui Aksi Penghijauan

Kemudian, tambah Habibi, harapannya agar Kecamatan Raas segera mengusulkan BUMDes atau Pokmas berdasarkan hasil musyawarah desa, untuk dibentuk sub penyalur BBM.

“Sebelumnya sudah kami koordinasikan dengan Bagian Perekonomian Kabupaten Sumenep, karena selama ini APMS tidak beroperasi,” terang Camat Habibi.

Habibi juga tak menampik penyebab kelangkaan ialah ketakutan masyarakat yang biasa mendatangkan BBM secara mandiri menggunakan surat rekomendasi yang diterbitkan instansi terkait. Setelah adanya penangkapan yang melibatkan warga Raas, di daerah Dungkek dua pekan lalu.

Kisah Klasik Persoalan BBM di Kepulauan Raas yang Diabaikan Pemkab Sumenep
Konferensi Pers Penangkapan Warga Pulau Raas oleh Ditpolairud Polda Jatim yang nekad mendatangkan BBM secara mandiri. ©foto/istimewa

Adapun upaya masyarakat Pulau Raas dalam mendatangkan BBM secara swadaya, acapkali harus bersentuhan dengan hukum. Padahal, keberadaan APMS 04 sudah lebih satu tahun tidak beroperasi.

“Pada intinya kami Forkopimcam Raas akan melaporkan langsung terkait kelangkaan BBM di Kecamatan Raas terhadap atasan masing-masing dan menunggu petunjuk lebih lanjut,” tutup Habibi.

Sebenarnya, telah ada Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 06 Tahun 2015, tentang Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan Pada Daerah Yang Belum Terdapat Penyalur.

Baca Juga :  Travel Tujuan Pulau Sapudi Bakal Distop, Aktivis BARA JP Sumenep Mengadu?

“Ketentuan untuk sub penyalur resmi sudah ada sejak 2015 mas,” kata R. Erwien Hendra Laksmono, dari Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep, di suatu kesempatan sekitar seminggu yang lalu.

Baca Juga : APMS 56.694.06 Kebal Hukum, Forkopimcam Sapeken Pamer Kelemahan?

Lebih lanjut, Hendra mengaku tidak tahu mengapa hingga saat ini belum ada sub penyalur resmi Pertamina di wilayah Kabupaten Sumenep khususnya daerah kepulauan.

Ia juga tak menampik jika sub penyalur resmi Pertamina di Kepulauan Sumenep adalah solusi disparitas ketersediaan BBM.

“Saya juga kurang paham dan bukan kewenangan saya untuk berkomentar mengenai itu,” sergahnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB