Sepatu Tua Guru Honorer dan Surat Terbuka untuk Menteri Nadiem Makarim

- Editorial Team

Minggu, 19 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okedaily.com – Kisah pilu tentang perjuangan Guru Honorer yang ditulis oleh seorang perempuan bernama Novi Khassifa, pengawas ruang PPPK TUK SMKN 1 Praya, Nusa Tenggara Barat, Viral di berbagai media sosial.

Berbentuk surat terbuka, Novi membagikan tulisannya tentang Guru Honorer berusia senja, yang mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui akun Facebook miliknya @Bintu Nahl.

Guru honorer yang sudah berusia 57 tahun dan berasal dari Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur tersebut, diketahui tak lolos tes menjadi Guru dengan status PPPK baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat terbuka tentang Guru honorer yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim itu, diklaim Novi ditulisnya dengan berurai air mata.

Diawali Dengan Sepatu Tua

“Yang terhormat, Mas menteri Nadiem Makarim. Tak adakah rasa ngilu di dalam dada mas menteri melihat sepatu tua yang lusuh ini? Memang benar sepatu tua ini terlihat bermerek, tetapi tahukan ini hanya sepatu loak apkiran,” tulis Novi.

Baca Juga :  Agum Gumelar Kukuhkan Rachmat-Nuning Pimpin IKAL-Lemhannas Jatim

Novi menjelaskan, sepatu itu telah dipakai bertahun-tahun oleh si empunya. Seorang guru dengan pakaian putih lusuh dan celana hitam yang warnanya sudah tak hitam lagi karena pudar.

Novi melanjutkan, mendekati usia senja ia masih setia mengajari anak-anak di pelosok negeri ini membaca dan mengeja. Meski saat itu ia putus pengharapan untuk mendapatkan hidup yang lebih layak.

“Beliau tetap semangat. Tak sekedar mengajar tetapi mendidik. Gaji di bawah lima ratus ribu sungguh tak cukup untuk makan sebulan. Apalagi untuk membeli sepatu. Terpaksa di saat pulang mengajar beliau mencari pendapatan tambahan sebagai pekerja serabutan,” papar Novi.

Secercah Harapan Hancur Oleh Passing Grade

Baca Juga :  Polres Lhokseumawe Limpahkan Berkas Kasus Penipuan CPNS dan PPPK ke Kejari

Menurut Novi, tahun ini Nadiem memberikan secercah harapan untuknya. Program PPPK yang memberikan harapan kehidupan yang lebih layak.

“Tetapi tahukah mas menteri? soal-soal yang mas menteri berikan hanya teori belaka saja. Tak sebanding dengan praktik pengabdian berpuluh-puluh tahun lamanya. Soal-soal yang membuat beliau terseok-seok ketika memegang mouse dan membuat kepalanya pening,” urai Novi.

“Akhirnya, passing grade pun tak diraih. Pecahlah tangis beliau di dalam hati. Terlihat jelas ketika nilai-nilai itu terpampang di layar monitor. Beliau terdiam seribu bahasa. Entahlah, apa yang dipikirkan. Melihatnya sayapun ikut terisak,” tutur Novi.

Sepatu Tua Akan Jadi Saksi di Surga

“Memang benar beliau tak secerdas, sejenius, sekreatif mas menteri. Tetapi beliaulah yang menjadi pelita di tengah gulita buta aksara di pelosok negeri,” imbuh Novi.

Sepatu Tua Guru Honorer dan Surat Terbuka untuk Menteri Nadiem Makarim
Photo/@Novi

Bagi Novi, guru tersebut tak pandai teknologi, tetapi tanpa teknologi ia mampu membuat anak-anak negeri ini merangkai kata dari A hingga Z. Ia juga mampu membuat anak berhitung hal-hal dasar untuk memahami hidup.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sumenep Tak Berdaya, Kepala SMPN 2 Raas : Saya Bisa Remote Dari Asta

“Memang benar para muridnya sebagian besar menjadi TKI dan TKW. Tapi tahukah mas menteri, bukankah mereka juga merupakan pahlawan penghasil devisa negara tercinta ini? Beliau mempunyai andil yang besar dalam membangun negeri tercinta ini,” kata Novi lagi.

Novi berharap Nadiem Makarim memberikan keringanan untuk melihat guru itu agar bisa menikmati masa tua dengan sepatu dan kehidupan yang layak. “Tak usah diperumit,” harap Novi.

“Jika tidak ada kebijakan untuk mengangkat derajat mereka, setidaknya di surga besok sepatu ini akan menjadi saksi bahwa ilmu yang beliau ajarkan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan umat,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum
DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI
Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis
Sudaryono Resmi Pimpin BGN, De Gadjah Yakin Program Makan Bergizi Gratis Semakin Baik
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Apresiasi Penunjukan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
TIM CARA’DE BEM KMF TP UH Gelar Pelatihan Budidaya Maggot di Desa Tinggimae
KPRI RSUD Moh Anwar Sumenep Raih Penghargaan Koperasi Sehat

Related News

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15 WIB

Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:46 WIB

DPRD Denpasar Apresiasi Capaian Proyek Strategis PUPR 2025, Tommy: Pengawasan Tetap Jadi Prioritas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:40 WIB

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Resmi Dukung Don Muzakir Mengisi Jabatan Wakil Menteri Pertanian RI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:48 WIB

Tommy Sumertha Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Optimistis Benahi Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:37 WIB

Sudaryono Resmi Pimpin BGN, De Gadjah Yakin Program Makan Bergizi Gratis Semakin Baik

Latest News