Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Regional

Polres Lhokseumawe Limpahkan Berkas Kasus Penipuan CPNS dan PPPK ke Kejari

Avatar of Okedaily
5
×

Polres Lhokseumawe Limpahkan Berkas Kasus Penipuan CPNS dan PPPK ke Kejari

Sebarkan artikel ini
Polres Lhokseumawe Limpahkan Berkas Kasus Penipuan CPNS dan PPPK ke Kejari
Tersangka kasus penipuan berkedok penerimaan CPNS dan PPPK saat digiring ke Kejari Lhokseumawe. ©Okedaily.com/ist

OKEDAILY, ACEH Kepolisian Resor Lhokseumawe, telah melimpahkan berkas tersangka kasus penipuan berkedok penerimaan CPNS dan PPPK.

Berkas kasus penipuan yang merugikan korban sebesar Rp2,5 miliar tersebut, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe pada, Senin (22/8/2022).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, S.I.K. melalui Kasi Humas mengatakan, bahwa serah terima tersangka dan barang bukti tahap II tersebut dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek Banda Sakti, AIPTU Zamzami.

Baca Juga :  BKPSDM Sumenep Umumkan Jadwal Serta Lokasi Tes CPNS dan PPPK

Dalam hal serah terima berkas tersangka tersebut, bertindak sebagai jaksa penuntut umum ialah Reny Widayanti, S.H. di kantor Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Lebih lanjut Kasi Humas menyampaikan, bahwa keberhasilan Polres Lhokseumawe dalam mengungkap kasus penipuan tersebut setelah Kepolisian menerima laporan resmi dari para korban.

“Sebanyak 23 LP (Laporan Polisi) yang masuk dari masyarakat yang menjadi korban. Para korban ini bertempat tinggal di wilayah Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur,” ujar Kasi Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarisi, S.H., M.M.

Baca Juga :  Pantau Test PPPK, Bupati Harapkan Aparatur Terbaik

Polres Lhokseumawe Limpahkan Berkas Kasus Penipuan CPNS dan PPPK ke Kejari

Ia menyebut, tersangka dalam kasus ini berinisial AF (54) warga Kota Lhokseumawe yang merupakan oknum PNS di salah satu Kantor Kecamatan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Adapun tempat kejadian perkara atau TKP, sambungnya, tersebar di wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Diketahui kejadian tersebut dimulai sejak tahun 2019 silam, hingga Juni 2022.

Baca Juga :  Jokowi Ingin Kepala Ibu Kota Negara Pernah Pimpin Daerah dan Background Arsitek, Siapa Pantas?

“Para korban mengalami kerugian yang bervariasi, mulai dari Rp2 juta sampai Rp700 juta lebih, total kerugian para korban mencapai Rp2,5 Milyar.” jelasnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 378 Jo 372 Jo 64 KUHP Jo 84 KUHAP tentang penipuan dan penggelapan serta tindak pidana yang terus berlanjut dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.