Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi & Bisnis

Antara Investasi Uang Kripto dan Fatwa Haram MUI

Avatar of Okedaily
×

Antara Investasi Uang Kripto dan Fatwa Haram MUI

Sebarkan artikel ini
Antara Investasi Uang Kripto dan Fatwa Haram MUI
Ilustrasi : Investasi Uang Kripto / aditya

Okedaily.com, Sumenep – Ditetapkannya fatwa haram terhadap uang kripto oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak menyurutkan semangat para pelakunya untuk terus memperkenalkannya.

Salah satunya adalah uang kripto Dogecoin yang telah mengadakan ajang promosi di dua tempat yang berbeda di Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim. Yakni, di Cafe Java Inn dan juga La Galeria.

Cryptocurrency atau uang kripto adalah mata uang yang tengah populer dalam beberapa tahun terakhir. Di dunia, ada banyak jenis uang kripto yang beredar.

Dari namanya, cryptocurrency berasal dari dua kata yakni cryptography yang berarti kode rahasia dan currency yang artinya mata uang.

Dikutip dari Kompas.com, MUI melalui Ketua Fatwa Asrorum Niam Soleh dalam Forum Ijtima Ulama se-Indonesia ke-VII di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (11/11). Telah menetapkan penggunaan mata uang kripto (cryptocurrency) seperti bitcoin dan ethereum haram.

Salah satu alasannya adalah karena jenis mata uang tersebut tidak memiliki wujud fisik yang bisa diserahkan ke pembeli dan akhirnya menimbulkan ketidakpastian dalam transaksi.

“Terkait hukum cryptocurrency dari musyawarah yang sudah ditetapkan ada tiga diktum hukum. Penggunaan cryptocurrency sebagai mata uang hukumnya haram,” ujar KH Asrorun Niam Sholeh.

Dikarenakan mata uang kripto dinilai mengandung gharar, dharar, juga bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015.

Baca Juga :  Petani Sumenep 'Terancam Kaya' Oleh Pisang Cavendish

Kemudian, menurut Asrorun, mata uang kripto sebagai komoditi atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas sah untuk diperjualbelikan.

Syarat sil’ah secara syar’i, kata Ketua Fatwa MUI, mencakup keberadaan wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli.

“Cryptocurrency sebagai komoditi atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas sah untuk diperjualbelikan,” kata Asrorun.

Sementara, dilansir Kontan.co.id, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai fatwa MUI bahwa uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin dll haram tersebut merupakan hal yang sah-sah saja karena memang berdasarkan pandangan masing-masing pihak.

Baca Juga :  Difable Desa Paliat yang Terabaikan

Kendati ada fatwa haram uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin dll tersebut, toh ia menilai tidak akan lantas memberi dampak ke industri kripto serta perkembangannya ke depan.

“Aset kripto sebagai produk aset global yang sudah tersebar di seluruh dunia serta punya komunitas investor dan trader yang sudah sedemikian besar tidak akan terpengaruh,” ucap Sutopo.

Apalagi, lanjut Mustopo, komunitas pemain uang kripto memang unik karena tidak peduli terhadap regulasi, aturan dan sebagainya, yang memang dari awal identik dengan sifat anonimnya kripto seperti Bitcoin.

Keputusan ada di tangan anda, apakah mengikuti fatwa haram oleh MUI. Atau ingin mencoba berinvestasi dengan membeli uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin dll.