OkeDaily.com – Kegiatan pengolahan jagung menjadi berbagai produk inovatif merupakan bagian dari aktivitas kader kelompok wanita tani (KWT) Kersikan, yang berdampak pada stabilitas komoditas tanaman tersebut yang terdapat di Desa Kersikan, Pasuruan.
Dampak lainnya adalah peningkatan ekonomi keluarga petani Jagung. Para kader KWT Kersikan antusias dalam mengikuti pelatihan keamanan pangan olahan ini, mengingat ketersediaan jagung yang melimpah seiring dengan peningkatan kegiatan olahan tersebut.
Pelatihan keamanan pangan olahan jagung sangat penting diterapkan dalam kegiatan seperti ini, agar pengolahan pangan jagung yang dihasilkan aman dikonsumsi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu keuntungan penerapan keamanan pangan dalam olahan jagung juga berdampak pada peningkatan masa simpan, khususnya pada komoditas tersebut yang terdapat di Desa Kersikan.
Pada saat panen raya, terdapat kelimpahan jagung, jika tidak diimbangi dengan pengolahan pasca panen yang baik, dapat berdampak pada kerusakan jagung maupun produk olahannya sebelum tiba di konsumen.
Aktivitas pelatihan berfokus pada praktik keamanan pangan dalam proses produksi olahan jagung. Pelatihan keamanan pangan dapat diterapkan secara sederhana dalam proses pengolahan pangan skala rumah tangga.
Penerapan secara sederhana bermanfaat dalam mencegah proses produksi pangan dari kontaminan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kontaminan dapat berasal dari cemaran fisik, kimia dan biologi.
Pelbagai tahapan dalam proses produksi pangan dengan melibatkan tenaga pengolah dari sekelompok masyarakat tidak menutup kemungkinan adanya bahan maupun aktivitas yang berdampak pada kontaminasi.
Sehingga penting kader KWT Kersikan memahami prinsip keamanan pangan dalam proses pengolahan. Hal ini untuk menghindarkan masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, serta mendorong kesadaran keamanan pangan bagi para pemasok.
Selain itu, kegiatan ini juga dapat berkontribusi dalam peningkatan jumlah industri makanan dan minuman yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, khususnya dalam penerapan keamanan pangan.
Pelatihan keamanan pangan olahan jagung pada kader KWT Kersikan, diselenggarakan tim pengabdian masyarakat dari Universitas Airlangga, yang diketuai oleh Aditya Prana Iswara, Ph.D.
Menurutnya, kegiatan ini berupa praktik penerapan prinsip keamanan pangan secara sederhana yang dapat diterapkan pada setiap tahapan dalam pengolahan pangan jagung, hingga menjadi produk aman yang siap dikonsumsi masyarakat.
Terdapat tiga produk yang diolah oleh para kader KWT Kersikan, produk diolah sesuai dengan prinsip keamanan pangan pada setiap tahapan prosesnya. Penerapan prinsip keamanan pangan dimulai dari pemilihan alat yang aman (food grade) dalam proses olahan jagung.
Selanjutnya, sambung dia, kegiatan tersebut juga melakukan proses praktik penggunaan peralatan dalam tahapan pengolahan jagung pada produk seperti dodol jagung, tortilla chips dan teh rambut jagung.
Sebagian besar peralatan yang digunakan dalam pengolahan jagung ini berbahan logam stainless steel dan kayu, dan sebagian menggunakan plastik, namun jenis plastik yang digunakan food grade.
Kemudian, peralatan yang berinteraksi secara langsung dengan panas, semua berbahan food grade. Para pengolah produk juga menggunakan sarung tangan, dan cuci tangan secara berkala selama proses produksi pangan olahan jagung agar higienis.
“Harapan kami kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi komunitas masyarakat atau para pengolah bahan pangan skala rumah tangga dalam penerapan keamanan pangan, khususnya dalam proses produksi olahan dari bahan lokal,” pungkasnya, Jumat (25/7).
Kendati begitu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dari produk olahan Jagung dalam skala yang lebih luas, melalui proses produksi ramah lingkungan dengan menerapkan prinsip keamanan pangan secara sederhana.
Sementara itu, Khairul, salah satu kader KWT Kersikan, permata, berkomitmen menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan produk dari bahan lokal jagung dengan menerapkan prinsip keamanan pangan.
Selanjutnya dari sisi pengembangan produk, para peserta pelatihan yang terdiri dari kader KWT Kersikan siap mempromosikan proses produksi pangan aman melalui bahan lokal.
“Ini guna menciptakan budaya higiene dan sanitasi dalam proses produksi skala rumah tangga, sekaligus promosi produk dalam skala lebih luas,” ucap Permata.
Penerapan prinsip keamanan pangan pada bahan lokal, diharapkan dapat membantu para kader KWT Kersikan dalam meningkatkan masa simpan, dan nilai jual produk olahan khususnya jagung.









