Bajak Siaran, Dua Pengusaha TV Kabel Sumenep Ditangkap Polda Metro Jaya

Avatar of Okedaily

- Redaksi

Minggu, 3 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers Polda Metro Jaya penangkapan dua pembajak siaran PT Mediatama Televisi (Nex Parabola) asal Kabupaten Sumenep. ©Okedaily.com

Konferensi pers Polda Metro Jaya penangkapan dua pembajak siaran PT Mediatama Televisi (Nex Parabola) asal Kabupaten Sumenep. ©Okedaily.com

OkeDaily.com Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, pada Jumat (1/8), mengungkap kasus pembajakan konten televisi digital berskala besar yang merugikan pemegang hak siar resmi.

Dilansir iNews.id, terdapat dua pelaku ditangkap yakni berinisial S (53) dan KD (30), masing-masing Dirut PT SM dan PT BM yang menyebarkan siaran ilegal dari channel Nex Parabola di Kabupaten Sumenep, Madura.

“Kasus yang sedang kami tangani saat ini mengenai tindak pidana ilegal akses ataupun tindak pidana hak cipta, yang mana istilah globalnya digital piracy,” ujar Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Rafles Langgak Putra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Irjen Napoleon Bonaparte: Saya Akan Mempertanggung Jawabkan Tindakan Saya Terhadap M. Kace

AKBP Rafles, menjelaskan bahwa aksi digital piracy tersebut mencakup pengunduhan dan distribusi konten tanpa izin resmi, mulai dari film, musik hingga siaran televisi dan perangkat lunak.

Menurut dia, dampaknya bukan hanya merugikan pelaku industri, tetapi juga mengganggu ekosistem ekonomi digital secara menyeluruh.

“Pada akhirnya mempengaruhi lapangan kerja dan pendapatan termasuk juga penerimaan pajak negara,” katanya.

Lebih jauh, ia menuturkan, bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan PT Mediatama Televisi (Nex Parabola), yang mencium adanya siaran ilegal dari sejumlah channel miliknya.

Baca Juga :  Ngotot Periksa Ponsel Pemuda, Polisi Artis Aipda Ambarita Dimutasi?

Adapun channel yang dibajak itu seperti Champions TV1 HD hingga BBC, oleh dua perusahaan lokal penyedia layanan TV kabel di daerah Sumenep.

Sementara itu, Kanit 5 Subdit 1 Ditreskrimsus AKP Irrine Kania Defi, menjelaskan bahwa kedua tersangka ini ditangkap, pada Kamis, 24 Juli 2025, di Jawa Timur.

Modus operandi mereka tergolong rapi yakni menggabungkan sejumlah Set Top Box (STB) yang berisi channel Nex Parabola, menyambungkannya ke perangkat pendukung, lalu mendistribusikannya ke pelanggan melalui jaringan kabel.

“Mereka menyambungkan ke rumah-rumah pelanggan dengan menarik kabel tanpa izin,” kata AKP Irrine.

Baca Juga :  Soft Launching Cafe Tanean Tanpa Ijin Satgas Covid19

Dari hasil pemeriksaan, pelaku S mematok biaya pemasangan sebesar Rp350.000, dan tarif langganan Rp30.000 per pelanggan. Dalam waktu enam bulan, dia berhasil mengantongi keuntungan hingga Rp85 juta atau sekitar Rp14,3 juta per bulan.

Sedangkan pelaku KD alias KF juga menjalankan pola serupa, dengan total keuntungan yang dikantongi mencapai Rp60 juta selama setengah tahun beroperasi itu.

“Keduanya menggunakan hasil dari tindak pidana ini untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” ucapnya.

Awal mulanya, pihak Nex Parabola pertama kali mencium praktik ilegal tersebut, pada 5 April 2024, setelah menerima laporan aktivitas siaran tidak resmi yang dilakukan oleh PT SM dan PT BM.

Baca Juga :  Dihajar Tiga Orang, Ketua KNPI Haris Pertama Babak Belur

Siaran tersebut dikomersialkan tanpa seizin pemegang hak siar sah, sehingga dilaporkan ke pihak kepolisian. “Ini jelas pelanggaran hak cipta karena konten yang dikomersilkan bukan haknya,” katanya.

Akibat aksi pembajakan tersebut kini kedua tersangka dijerat pasal berlapis, antara lain Pasal 46 Jo Pasal 30 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, Pasal 48 Jo Pasal 32 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 118 ayat (1) Jo Pasal 25 ayat (2) UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

“Dengan pasal-pasal tersebut, keduanya terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Administrasi, UIN Madura Jadi Pionir Digital Governance
Profil Imran Harahap: Suara Muda, Arah Baru
Oknum Brimob Aniaya Bocah hingga Tewas, Ini Sikap Sakinah
Rayakan Anniversary KanalNews, Ribuan Warga Padati Somber Rajeh
Malam Resepsi HPN 2026, SMSI Sumenep Hadirkan Kominfo Jawa Timur
Dewan Redaksi Okedailycom Ucapkan HPN 2026, Tekankan Pers Berintegritas
IWO Sumenep Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung pada Moment HPN 2026
Pesan Sekjen APSI di HPN: Pers Harus Menjadi Penjaga Akal Sehat Publik

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:54 WIB

Bukan Sekadar Administrasi, UIN Madura Jadi Pionir Digital Governance

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:32 WIB

Profil Imran Harahap: Suara Muda, Arah Baru

Senin, 23 Februari 2026 - 18:31 WIB

Oknum Brimob Aniaya Bocah hingga Tewas, Ini Sikap Sakinah

Senin, 16 Februari 2026 - 13:04 WIB

Rayakan Anniversary KanalNews, Ribuan Warga Padati Somber Rajeh

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:25 WIB

Malam Resepsi HPN 2026, SMSI Sumenep Hadirkan Kominfo Jawa Timur

Berita Terbaru

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, nampak sibuk dan bersemangat mengawasi pagelaran pasar murah Ramadhan 2026 di Kota Sumenep. ©okedaily.com/istimewa

Ekonomi Bisnis

Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:31 WIB