Dokter Spesialis Poli Mata RSUD Moh Anwar Sumenep Edukasi Pencegahan Anak Candu Gadget

- Editorial Team

Jumat, 19 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Herman Wahyudi, S.I.Kom (kiri) memandu dua dokter spesialis mata saat podcast di kanal YouTube resmi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. ©Okedaily.com/Ist

Tangkapan layar Herman Wahyudi, S.I.Kom (kiri) memandu dua dokter spesialis mata saat podcast di kanal YouTube resmi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. ©Okedaily.com/Ist

SUMENEP, OKEDAILY Gadget mampu merevolusi cara bermain, belajar dan interaksi anak. Era digital ini, anak usia dini tumbuh dengan kemudahan dalam mengakses gadget, seperti smartphone, tablet, bahkan laptop banyak menyita atau mengambil alih interaksi anak dengan teman bermainnya.

Selain menyita waktu dan interaksi pada orang lain, kecanduan gadget akan menggangu pada kesehatan terutama pada mata. Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengharapkan para pemangku kepentingan dan masyarakat semakin peduli dengan kesehatan mata.

Oleh sebab itu dua dokter spesialis poli mata RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Karnedi, SP.M. dan dr. Fardian Yedasukma, SP.M. memberikan edukasi dalam podcast mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata anak ditengah kecanduan anak pada gadget.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Layanan Kesehatan Berbasis Presisi, Akurasi Data Medis Fondasi Pelayanan Modern

Spesialis mata ini menyampaikan, untuk menjaga anak balita (umur dibawah 5 tahun) yang pertama, seharusnya tidak boleh kontak langsung dengan gadget. Namun demikian kata dr. Karnedi, kondisi jaman modern saat ini cara mengatasinya harus dengan benar dan serius.

Jika anak sudah terlanjur kecanduan gadget, semisal saat orang tua melarang untuk main gadget anak balita akan nangis terus-menerus dan berakibat pada gangguan psikologi anak. Maka untuk menghindari hal tersebut, sambungnya, orang tua harus bisa membatasi paling lama dengan durasi waktu 20 menit.

“Tapi yang dua puluh menit diselingi lagi, dua puluh menit main gadget, dua puluh menit istirahat, istirahat dan betul betul tidak melihat gadget lagi,” jelasnya saat podcast yang dipandu Herman Wahyudi, S.I.Kom pada kanal YouTube resmi rumah sakit plat merah tersebut .

Baca Juga :  Bupati Wongsojudo: Penanaman Pohon Bukan Seremonial tapi Investasi Masa Depan

“Seharusnya dalam waktu 60 menit untuk anak dibawah lima tahun, tetapi untuk usia anak diatas 5 tahun ada aturannya lagi 2×60 menit, tetapi tetap diselingi dengan istirahat ada rumusnya 20 menit,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Fardian Yedasukma menjelaskan tentang gejala Computer Vision Syndrome. Sebenarnya kata dia, masih ada banyak gejala dari fenomena tersebut salah satunya yang paling sering adalah penglihatan anak mulai menurun atau kabur.

“Biasanya balita kalau berjalan mulai agak terganggu. mungkin karena penglihatan kabur, yang kedua ada penglihatan dobel jadi ada dua bayangan karena matanya lelah dikarenakan keseringan main gadget,” Katanya.

Baca Juga :  Dinkes P2KB Sumenep Siap Evaluasi Puskesmas, Pastikan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Sejauh ini banyak masyarakat yang datang ke poli anak di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dengan mayoritas keluhan mata keseringan berkedip-kedip. Hal demikian menandakan bahwa anak telah terjangkit, jelasnya kedua mata lelah disebabkan kornia-nya kering sehingga menyebabkan sensasi lebih pada mata.

“Dengan gejala ini akan mengakibatkan rabun jauh terhadap balita, dan akibat dari rabun jauh ini dapat mengakibatkan strabismus, mata berkedip-kedip dan kornia mata kering,” tukasnya.

Terpisah, ditegaskan Kasi Informasi RSUD. dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erfin Sukayati, M.Kes. bahwa kecanduan gadget memicu efek samping berbahaya bagi kesehatan mata yakni otot-otot mata menjadi cepat lelah, mata kering, penglihatan menjadi buram (computer vision syndrome) seperti yang di jelaskan kedua dokter spesialis mata itu.

Baca Juga :  BPBD Sumatera Utara Dukung Penuh Kegiatan Festival Sungai Denai

“Sehingga kita sebagai orang tua harus benar-benar memantau dengan ketat dan benar-benar membatasi penggunaan gadget pada anak-anak kita. Disamping itu, kita sebagai orang tua harus bisa berikan edukasi dan pemahaman supaya anak belajar bijak dalam menggunakan gadget,” ujarnya, Jum’at 19 April 2024.

Penting diketahui, Poli Mata RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dilayani oleh dua dokter spesialis mata seperti dr. Karnedi, SP.M dan dr. Fardian Yedasukma, SP.M. Oleh sebab itu, keduanya menghimbau kepada orang tua khusus yang memiliki anak umur dibawah 5 tahun untuk tetap menjaga kesehatan, terutama mata anak agar terus konsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, juga menjaga dan meningkatkan vitamin yang seimbang.

Simak berita update kami langsung di ponsel anda melalui saluran OKEDAILY Channel, KLIK DISINI.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

RSUD Moh Anwar Sumenep Naik Kelas Jadi Rujukan Utama
PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Pusat Layanan Medis Modern
Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara
Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP
Direktur RSUD Moh Anwar Pastikan Tidak Ada Perbedaan Layanan Kesehatan
Direktur RSUD Moh Anwar Monitoring Pelayanan Poli Terpadu, Pastikan Tetap Optimal

Related News

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:42 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Naik Kelas Jadi Rujukan Utama

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Pusat Layanan Medis Modern

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:48 WIB

Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:20 WIB

Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya

Latest News