Harmoni Kultural di Bali: Penegasan Nilai Adat dan Toleransi Berlandaskan Kearifan Lokal

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar.

I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar.

Denpasar, Okedaily.com – Anggota DPRD Kota Denpasar, Gede Tommy, menegaskan pentingnya pelestarian nilai adat dan budaya sebagai fondasi utama keberlanjutan harmoni sosial di Pulau Bali. Ia menilai, keberadaan adat dan tradisi yang berpijak pada ajaran Hindu menjadi pilar utama dalam menjaga keseimbangan antara kearifan lokal dan dinamika modernitas.

Menurut Gede Tommy, agama Hindu memiliki sifat fleksibel yang memungkinkan terjadinya akulturasi budaya secara alami antar etnis dan suku bangsa. Fleksibilitas ini, katanya, menjadi katalisator terciptanya ruang inklusif bagi keberagaman yang tetap berakar pada nilai luhur budaya Bali.

“Pengenalan terhadap adat dan budaya lokal adalah kunci penting untuk mempercepat proses pemahaman dan mencegah gesekan sosial yang bisa muncul akibat ketidaktahuan,” ujar Gede Tommy dalam keterangannya di Denpasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, tingkat toleransi di Bali tercermin dari kebiasaan masyarakat yang saling berkunjung saat perayaan hari besar keagamaan. Fenomena ini dinilai sebagai bentuk nyata dari silaturahmi lintas keyakinan yang tumbuh di atas dasar budaya yang kuat.

Baca Juga :  Liburan Tahunan Santri Sukorejo, PUJA IKSASS Badung: Pesan Kiai Azaim Jaga Akhlak dan Silaturahmi

Tradisi Lokal sebagai Simbol Kebersamaan

Beragam tradisi di Bali disebut menjadi perekat hubungan sosial masyarakat multikultural. Salah satunya adalah tradisi megibung atau makan bersama, yang merepresentasikan semangat kebersamaan tanpa memandang latar belakang sosial.

Baca Juga :  TPS3R Sesetan Terima Sampah Luar Wilayah, DPRD Denpasar Soroti Dampak dan Kapasitas

Selain itu, pelaksanaan pernikahan lintas etnis, suku, dan agama juga menjadi contoh konkret bagaimana masyarakat Bali mampu menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak harmoni multietnis tersebut, menurutnya, tampak jelas dalam perayaan malam Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi, ketika atraksi ogoh-ogoh menyatukan berbagai kalangan dalam proses kreatif hingga pengarakannya.

Pemerintah Kota Denpasar pun memperkuat pelestarian tradisi ini melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-ogoh, yang menegaskan komitmen menjaga kemurnian nilai filosofis dan spiritual budaya lokal.

Kearifan Lokal Sebagai Landasan Dinamis

Dalam pandangannya, Gede Tommy menyoroti dua konsep penting dalam kearifan lokal Hindu Bali, yakni desa kala patra dan desa mawacara.
Desa kala patra berarti kemampuan menyesuaikan pelaksanaan adat dengan tempat, waktu, dan kondisi, sedangkan desa mawacara mengandung makna bahwa adat setiap wilayah memiliki kekhasan tersendiri.

Baca Juga :  Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

“Dengan berpegang pada dua prinsip ini, budaya Bali dapat terus berkembang dinamis tanpa kehilangan jati diri. Inilah kekuatan yang menjadikan Bali tetap harmonis dan menarik di mata dunia,” tegasnya.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa kekayaan budaya Bali bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga aset sosial dan spiritual yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan melalui pemahaman yang inklusif dan penuh toleransi.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPRD Bali Zulfikar Dorong Pelayanan Maksimal bagi Jemaah Haji Bali
IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri
Kanwil ImiPas Sumut Gandeng HBB Medan Bagikan Ribuan Paket Sembako
Di Bulan Suci RSUD Moh Anwar Sumenep Layani dengan Hati
Aziz Shabibi Berbagi Berkah, Bukber dan Santunan Anak Yatim di Myze Hotel
Jelang Buka Puasa, Gede Tommy Sumertha Bersama Relawan Bagi Ratusan Takjil di Denpasar
Safari Ramadan, Rijalul Ansor dan Densus88 Gaungkan Toleransi Beragama
Sentuhan Kepedulian PPNI Sapudi, Baksos Ramadhan untuk Warga Kurang Mampu

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:12 WIB

Anggota DPRD Bali Zulfikar Dorong Pelayanan Maksimal bagi Jemaah Haji Bali

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:26 WIB

IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:17 WIB

Kanwil ImiPas Sumut Gandeng HBB Medan Bagikan Ribuan Paket Sembako

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:56 WIB

Di Bulan Suci RSUD Moh Anwar Sumenep Layani dengan Hati

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:01 WIB

Aziz Shabibi Berbagi Berkah, Bukber dan Santunan Anak Yatim di Myze Hotel

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights