Harmoni Kultural di Bali: Penegasan Nilai Adat dan Toleransi Berlandaskan Kearifan Lokal

- Editorial Team

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar.

I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar.

Denpasar, Okedaily.com – Anggota DPRD Kota Denpasar, Gede Tommy, menegaskan pentingnya pelestarian nilai adat dan budaya sebagai fondasi utama keberlanjutan harmoni sosial di Pulau Bali. Ia menilai, keberadaan adat dan tradisi yang berpijak pada ajaran Hindu menjadi pilar utama dalam menjaga keseimbangan antara kearifan lokal dan dinamika modernitas.

Menurut Gede Tommy, agama Hindu memiliki sifat fleksibel yang memungkinkan terjadinya akulturasi budaya secara alami antar etnis dan suku bangsa. Fleksibilitas ini, katanya, menjadi katalisator terciptanya ruang inklusif bagi keberagaman yang tetap berakar pada nilai luhur budaya Bali.

“Pengenalan terhadap adat dan budaya lokal adalah kunci penting untuk mempercepat proses pemahaman dan mencegah gesekan sosial yang bisa muncul akibat ketidaktahuan,” ujar Gede Tommy dalam keterangannya di Denpasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, tingkat toleransi di Bali tercermin dari kebiasaan masyarakat yang saling berkunjung saat perayaan hari besar keagamaan. Fenomena ini dinilai sebagai bentuk nyata dari silaturahmi lintas keyakinan yang tumbuh di atas dasar budaya yang kuat.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial

Tradisi Lokal sebagai Simbol Kebersamaan

Beragam tradisi di Bali disebut menjadi perekat hubungan sosial masyarakat multikultural. Salah satunya adalah tradisi megibung atau makan bersama, yang merepresentasikan semangat kebersamaan tanpa memandang latar belakang sosial.

Baca Juga :  Dibalik Sanksi Kanorayang Warga Sental Kangin: Dari Jerit Tangis Anak-Anak sampai Tidak Bisa Sekolah

Selain itu, pelaksanaan pernikahan lintas etnis, suku, dan agama juga menjadi contoh konkret bagaimana masyarakat Bali mampu menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak harmoni multietnis tersebut, menurutnya, tampak jelas dalam perayaan malam Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi, ketika atraksi ogoh-ogoh menyatukan berbagai kalangan dalam proses kreatif hingga pengarakannya.

Pemerintah Kota Denpasar pun memperkuat pelestarian tradisi ini melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-ogoh, yang menegaskan komitmen menjaga kemurnian nilai filosofis dan spiritual budaya lokal.

Kearifan Lokal Sebagai Landasan Dinamis

Dalam pandangannya, Gede Tommy menyoroti dua konsep penting dalam kearifan lokal Hindu Bali, yakni desa kala patra dan desa mawacara.
Desa kala patra berarti kemampuan menyesuaikan pelaksanaan adat dengan tempat, waktu, dan kondisi, sedangkan desa mawacara mengandung makna bahwa adat setiap wilayah memiliki kekhasan tersendiri.

Baca Juga :  JQH NU Gayam Sumenep Gelar MHQ Juz 30

“Dengan berpegang pada dua prinsip ini, budaya Bali dapat terus berkembang dinamis tanpa kehilangan jati diri. Inilah kekuatan yang menjadikan Bali tetap harmonis dan menarik di mata dunia,” tegasnya.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa kekayaan budaya Bali bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga aset sosial dan spiritual yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan melalui pemahaman yang inklusif dan penuh toleransi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

111 Calon Santri Dilepas ke Ponpes Sukorejo, IKSASS Badung Bekali Lewat Program FASSABIH
Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial
Tommy Sumertha DPRD Denpasar Rayakan Idul Adha Bersama Mushalla Nur Baety
Anggota DPRD Bali Dorong Pelayanan Maksimal Bagi Jemaah Haji
IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri
Kanwil ImiPas Sumut Gandeng HBB Medan Bagikan Ribuan Paket Sembako
Di Bulan Suci RSUD Moh Anwar Sumenep Layani dengan Hati
Aziz Shabibi Berbagi Berkah, Bukber dan Santunan Anak Yatim di Myze Hotel

Related News

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:53 WIB

111 Calon Santri Dilepas ke Ponpes Sukorejo, IKSASS Badung Bekali Lewat Program FASSABIH

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:58 WIB

Zulfikar Wijaya Ajak Pemuda Perkuat Ibadah dan Tebar Islam Damai di Media Sosial

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:16 WIB

Tommy Sumertha DPRD Denpasar Rayakan Idul Adha Bersama Mushalla Nur Baety

Minggu, 26 April 2026 - 21:12 WIB

Anggota DPRD Bali Dorong Pelayanan Maksimal Bagi Jemaah Haji

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:26 WIB

IPTU Iskandar Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri

Latest News

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB

Unit mesin bantuan program PPM HCML 2026 untuk kelompok nelayan kakap merah di Pesisir Pancor. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:37 WIB