Kelangkaan BBM di Kepulauan Raas Tanpa Solusi, Dosa Siapa?

- Redaksi

Minggu, 24 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APMS 04 Kecamatan Raas, berdasarkan informasi warga sekitar bahwa sudah lebih setahun tidak beroperasi alias tidak mendapatkan suplay BBM dari Pertamina. ©Redaksi

APMS 04 Kecamatan Raas, berdasarkan informasi warga sekitar bahwa sudah lebih setahun tidak beroperasi alias tidak mendapatkan suplay BBM dari Pertamina. ©Redaksi

SUMENEP – Bagi warga Sumenep daratan, istilah yamg lumrah ditujukan bagi yang bukan berasal dari wilayah kepulauan. Kebutuhan akan BBM mungkin tidak terlalu dianggap serius karena kemudahan dalam mendapatkannya.

Tetapi, beda cerita untuk masyarakat Kepulauan Sumenep, termasuk Pulau Raas. Ketersediaan BBM diibaratkan nyawa kedua, karena selain untuk kebutuhan transportasi juga sebagai pendukung mata pencaharian masyarakat kepulauan.

Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) baik jenis solar maupun pertalite yang terjadi mulai disuarakan warga Raas, Abd Wahfi. Lewat postingan di akun Facebook miliknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di kasih info bos ku BBM jenis pertalite mulai mengalami kelangkaan di Kecamatan Raas, khususnya di Desa Ketupat dan beberapa desa lainnya,” unggahnya. Sabtu (23/4).

Meskipun komentar sejumlah netizen terlihat senada seperti unggahan Abd Wahfi, tentang langkanya BBM di Pulau Raas. Penelusuran lanjutan dirasa perlu dilakukan guna mencari kebenaran atas informasi yang disebarkan itu.

Baca Juga :  17 Tahun Terpisah dengan Ibunya, Berkat Informasi Seputar Sapudi Bisa Ketemu

Danramil Raas, Kapten Sapto, Forkopimcam pertama yang dihubungi membenarkan kelangkaan BBM yang sedang berlangsung dan berharap peran serta media untuk membantu mensuarakan persoalan tersebut.

“Ya memang seperti itu kondisinya. Tidak bisa menyalahkan yang meng-upload tentang kelangkaan BBM yang terjadi,” ujar Kapten Sapto, yang telah mengabdi di Raas selama kurang lebih 20 tahun itu pada, Sabtu (23/4).

Sementara Pemuda asli kepulauan Mashudi, mengungkapkan permasalahan terkait kelangkaan BBM, berawal dari APMS 56.694.04 di Pulau Raas yang sudah lama tidak melayani kebutuhan BBM masyarakat.

“Sumber bencana kelangkaan BBM di Pulau Raas berangkat dari APMS kepunyaan keluarga besar anggota dewan yang terhormat H. Risnawi yang tidak lagi beroperasi selama satu tahun terakhir,” tukasnya.

Apa yang disampaikan Mashudi dibenarkan oleh Camat Raas Habibi. “Kami sudah koordinasi dengan bagian perekonomian terkait APMS yang tidak beroperasi karena kelangkaan tersebut salah satunya akibat APMS tidak beroperasi selama kurang lebih 1 tahun,” jelas dia.

Baca Juga :  Harga Rokok Tembus Rp40.000 Tahun Depan

Dikarenakan satu-satunya APMS yang ada sudah tidak beroperasi, sebagian masyarakat berupaya mendatangkan BBM secara mandiri. Apesnya, seringkali tersandung dan harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Ketidakmampuan Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan aturan main serta perlindungan yang jelas terhadap kisah klasik bahan bakar di kepulauan, membuat masyarakat yang jadi korban.

Baca Juga :  Eksploitasi Migas Bukan Jaminan Pagerungan Kecil Terang Benderang

Terkini, penangkapan terhadap warga masyarakat Pulau Raas yang akan mengirim BBM terjadi di pelabuhan Dungkek, Sumenep pada Selasa, 5 April 2022 oleh Satuan Penegakkan Hukum Polairud Polda Jatim.

Imbas dari peristiwa tersebut, pemain-pemain di Pulau Raas kini menjadi lebih berhati-hati dan tak leluasa mengirim BBM seperti biasanya. Akhirnya kelangkaan yang terjadi.

Unggahan demi unggahan di sosial media hanyalah jeritan pertama dari teriakan berikutnya apabila Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak segera hadir melayani dan mencarikan solusi atas langkanya BBM di Pulau Raas.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah
Gathering HIPMI Bali Angkatan 2025 Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda
Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026
TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile
Owner PR Cahaya Pro: Tidak Ada Pengusaha yang Mau Melawan Negara
Zulfikar Wijaya DPRD Bali Terima Aspirasi UMKM Warung Madura
Dirut Bungkam, Dugaan Kredit Tanpa Agunan di BPRS Bhakti Sumekar Kian Menguat

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:22 WIB

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:21 WIB

Gathering HIPMI Bali Angkatan 2025 Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Senin, 9 Maret 2026 - 00:17 WIB

HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:31 WIB

Masyarakat Sumenep Antusias Belanja di Pasar Murah Ramadhan 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:45 WIB

TPID Sumenep Gelar Pasar Murah EPIK Mobile

Berita Terbaru

Ketum Hima Persis DKI Jakarta, Ihsan. ©okedaily.com/ist

Ekonomi Bisnis

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:22 WIB

Verified by MonsterInsights