Prosesi I’lan XI, Muhammad Al-Fayyadl: Ekspresi Syukur dalam Proses Belajar

- Editorial Team

Minggu, 23 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Muhammad Al-Fayyadl, Mudir Ma'had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid saat menyampaikan sambutan. ©Okedily.com/Adi Purnomo Suharno [Sumber: tangkap layar/youtube Ma'had Aly Nurul Jadid]

Potret Muhammad Al-Fayyadl, Mudir Ma'had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid saat menyampaikan sambutan. ©Okedily.com/Adi Purnomo Suharno [Sumber: tangkap layar/youtube Ma'had Aly Nurul Jadid]

OkeDaily.com Mudir Ma’had Aly Pondok Pesantren Nurul Jadid, Muhammad Al-Fayyadl, menegaskan bahwa Prosesi I’lan XI bukan hanya ajang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas proses pembelajaran yang telah dilalui para mahasantri selama satu tahun. Hal itu beliau sampaikan dalam sambutannya pada acara Pra Ma’had Aly Nurul Jadid, Sabtu (22/02/2024).

“I’lan ini bukan sekadar pamer kemampuan, melainkan ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. Kami berharap ini menjadi momentum bagi para mahasantri untuk menguji pemahaman mereka dan mendapatkan doa restu dari para hadirin,” ujar Gus Fayyadl, kerap disapa.

Baca Juga :  Alternatif Pemuda Daulat Probolinggo Menolak UU TNI, Tak Ingin Orde Baru Terulang

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan pentingnya menjaga tradisi keilmuan di pesantren dengan tetap berpegang pada prinsip “al-muhafazah alal qodimis sholih wal akhdu bil jadidil aslah,” yaitu mempertahankan tradisi lama yang baik sekaligus menerima hal-hal baru yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Gus Fayyadl, salah satu tantangan dalam pengembangan Ma’had Aly adalah kebutuhan tenaga pengajar dan fasilitas yang memadai. Namun, beliau tetap optimistis lembaga ini akan terus berkembang dengan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami sadar ada tantangan dalam pengelolaan Ma’had Aly, mulai dari tenaga pengajar hingga fasilitas pendukung. Tapi dengan doa dan dukungan semua pihak, insyaallah Ma’had Aly Nurul Jadid akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi umat,” dawuhnya.

Baca Juga :  Ma’had Aly Nurul Jadid Gelar Wisuda ke-XI, Gus Fayyadl Tekankan Pentingnya Terus Mengaji

Selain itu, beliau menekankan pentingnya tradisi menghafal dan menganalisis dalam proses belajar. Menurutnya, ilmu tidak akan datang begitu saja, diperlukan kesungguhan dalam menghafal dan menganalisis. Kedua hal tersebut merupakan kunci bagi mahasantri dalam mencapai pemahaman yang mendalam terhadap ilmu agama.

“Seperti yang dikatakan Al-Allamah As-Sayyid Al-Habib Muhammad Al-Alawi Al-Maliki, ilmu diperoleh melalui mudzakarah, yaitu dengan mengulang dan mendiskusikan pelajaran,” jelasnya.

Gus Fayyadl juga pernah mendengar sebuah riwayat bahwa Hadratussyaikh KH. Zaini Mun’im, ketika menuntut ilmu di Makkah, belajar bersama kakaknya, KH. Muhammad Thoha Jamaluddin, Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam, Pamekasan Madura. Dulu, keduanya dikenal sering melakukan mudzakarah, yakni diskusi ilmiah untuk memperdalam pemahaman terhadap suatu ilmu.

Baca Juga :  Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Bahkan beliau berdua, Gus Fayyadl menambahkan, tidak hanya sekadar berdiskusi, tetapi juga melakukan munadharah, yang dalam tradisi pesantren merupakan debat ilmiah guna mengasah ketajaman berpikir dalam memahami dan menyampaikan dalil-dalil keislaman.

“Munadharah itu sudah lebih dari sekadar mudzakarah. Jika mudzakarah adalah diskusi, maka munadharah lebih menyerupai debat ilmiah yang mempertajam pemahaman dan argumentasi,” terangnya.

Di penghujung sambutannya, Gus Fayyadl berpesan sekaligus mendorong para mahasantri untuk aktif belajar, berdiskusi, dan terus mengembangkan tradisi keilmuan pesantren. Dengan semangat tersebut, beliau berharap Ma’had Aly Nurul Jadid dapat terus melahirkan generasi ulama yang kompeten dan siap menghadapi tantangan zaman.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi
Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan
UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa
Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara
Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya
Ground Breaking PSEL Denpasar Raya, Tommy Sumertha: Wujud Nyata Komitmen Presiden Prabowo Atasi Sampah di Bali
Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Terdakwa Risky Pratama Dituntut 7 Tahun Penjara
Ribuan Massa Berdemo, Desak Gubernur Koster Jangan Hambat Program Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:04 WIB

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:40 WIB

Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:48 WIB

UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:48 WIB

Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:20 WIB

Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB