Ribuan Pemilih Fiktif Tercatat di Masalembu, Dr. Uhaib : Janganlah Terlibat Dalam Persekongkolan Jahat

- Editorial Team

Kamis, 25 Mei 2023 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan temuan data pemilih fiktif di Kecamatan Masalembu. ©Okedaily.com/Humas KPU Sumenep

Penyerahan temuan data pemilih fiktif di Kecamatan Masalembu. ©Okedaily.com/Humas KPU Sumenep

SUMENEP Sejumlah tujuh ribu lebih warga meninggal, dan tidak dikenal masuk dalam daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) Kecamatan Masalembu. Data ini disampaikan oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat pada, Rabu (24/5).

Ketua Panwaslu Masalembu, Hidayat mengatakan bahwa pencantuman data tersebut dalam DPSHP terbilang ganjil. Apalagi petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) telah melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit).

“Ini aneh, Pantarlih sudah tahu ada pemilih di daftar pemilih sementara itu tidak dikenal dan ada yang meninggal, tapi oleh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Masalembu masih dipaksakan dimasukkan dalam daftar pemilih,” kata pria asli Masalembu tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Gara-gara Bungkus Kacang, Supir Ugal-ugalan Depan Dinas Pendidikan

Ia juga menyebut, persoalan semrawutnya DPSHP ini terjadi di empat desa Kecamatan Masalembu yaitu Desa Masalima, Sukajeruk, Masakambing, dan Keramian. Total pemilihnya 21.368 orang.

“Mestinya pada saat coklit orang yang sudah meninggal ya hapus saja, wong sudah sama-sama tahu. PPS, PPK, dan Pantarlih sama-sama tahu orangnya meninggal. Kalau tidak bisa dihapus untuk apa ada pantarlih dan coklit,” kata Dayat, sapaan akrabnya.

Dayat sendiri mengaku telah bersurat ke Bawaslu Sumenep serta mengirim surat untuk perbaikan pada PPK Masalembu, tapi pihak PPK tidak mau menghapus data pemilih yang meninggal dan tidak dikenal itu. “PPK tidak mau menghapus, katanya mereka tidak boleh dihapus oleh KPU,” papar Dayat.

Baca Juga :  BEM Nusantara Jatim Siapkan Aksi Besar-besaran Tolak Wacana Kenaikan BBM

Sementara itu, Panwaslu Desa Masalima, Syamsuddin juga mengatakan hal yang sama bahwa di Desa tersebut ditemukan sekitar dua ribu lebih pemilih tidak dikenal, meninggal, dan salah penempatan TPS.

Data ini menurutnya semrawut, karena PPK dan PPS tidak mengikuti hasil coklit. “Pantarlih itu kan sudah ngecek NIK dan KK, datanya pasti valid. Tapi, kok orang yang tanpa NIK dan KK itu tetap dimasukkan oleh PPS,” katanya sangat heran.

Syamsuddin juga berupaya mengirim surat imbauan kepada PPS Desa Masalima agar diperbaiki DPSHP bagi pemilih yang meninggal dan tidak dikenal. “Surat imbauan kami sudah diterima oleh PPS Masalima, kami tunggu hasilnya,” katanya.

Baca Juga :  Ancaman Somasi Sekretaris PKB Sumenep Hanya Bualan?

Dalih PPK Masalembu

Divisi Data PPK Masalembu, Mukhlis Fatmal berdalih bahwa pihaknya hanya patuh pada aturan PKPU Nomor 7 Tahun 2022, dan juknis dari KPU yang mana, menurutnya, di aturan tersebut tidak diperbolehkan menghapus data orang meninggal tanpa surat kematian.

“Di aturan KPU tidak boleh menghapus data pemilih meninggal jika tanpa surat keterangan meninggal minimal dari desa. Jadi, kami harus sesuai dengan aturan administrasi. Nanti kami kena,” kata dia.

Ketika disinggung bagaimana jika PPK, Panwas, dan pantarlih sama-sama tahu ada orang meninggal tapi masih masuk dalam DPSHP? Ia berujar tetap harus konsisten pada aturan.

Baca Juga :  KPU Sumenep Tetapkan Pasangan Fauzi-Hasyim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

“Ibaratnya orang pindah domisili, kami sama-sama tahu. Tapi, kalau tidak ada KTP dan KK-nya ya tidak bisa dimasukkan dalam daftar pemilih. Jadi kami de jure. Untuk itu, kalau panwas mau menghapus itu (daftar pemilih meninggal) bawa kesini surat kematiannya. Akan kami hapus,” paparnya.

Adapun nama-nama yang tidak dikenal, namun tetap dipaksakan masuk dalam DPSHP, sambungnya, juga sudah sesuai aturan. Sayangnya, ketika lebih lanjut ditanya pada pasal berapa yang menjelaskan hal tersebut, dirinya tidak menunjukkan secara detail.

“Saya tidak hafal ini, tapi ada pasalnya,” klaim dia. Jika tidak ada perubahan lagi, maka data itu akan ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) pada Juni 2023 sesuai jadwal KPU.

Baca Juga :  DPRD Denpasar Dorong Peningkatan Anggaran KONI demi Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Cermin Omong Kosong Rezim

Pengamat Politik Universitas Islam Kalimantan (Uniska), Dr. M. Uhaib As’ad, M.Si. yang juga asal Masalembu memberi respons keras terkait soal DPSHP ini. Dirinya menilai, carut marut daftar pemilih itu adalah bukti omong kosong rezim dalam mengelola demokrasi.

“Inilah pasar gelap demokrasi, wilayah sekecil Masalembu saja problemnya seperti itu, bagaimana di nasional,” kata pria yang juga Dosen Ilmu Politik dan Kebijakan Publik tersebut.

Ditanya soal PKPU Nomor 7 Tahun 2022 yang melarang menghapus data pemilih tidak dikenal, menurut Uhaib, dirinya tidak pernah menemukan aturan demikian. Sekalipun ada aturan itu pasti cacat.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

“Kan orang sudah tidak diketahui, masak itu tidak boleh dihapus. Kalaupun ada kebijakan seperti ini, pasti pembuatnya ngawur. Itu peraturan bobrok,” ucapnya dengan nada geram.

Uhaib juga menegaskan, bahwa seharusnya orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu di Masalembu itu netral dan jujur. “Janganlah terlibat dalam persekongkolan jahat yang bisa merusak demokrasi,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam
Libatkan Warga, Pemdes Gunggung Susun RKPDes 2027 dan Rencana 2028 Lewat Musdes
Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan pada Desember 2026
Tanam Tembakau atau Rugi? Bupati Sumenep Beri Pesan Penting untuk Petani
Perubahan Anggaran 2026, DPRD Sumenep: Jangan Lupakan Rakyat
Bawaslu Denpasar Jalin Silaturahmi dengan Gerindra Denpasar, Gus Yoga: Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Berintegritas
Sosok Dermawan Edi Kuswanto Jadi Harapan Baru Warga Lembung Timur di Pilkades 2029
Perluasan Relaksasi BPHTB Jadi Usulan Gus Yoga untuk Permudah Milenial Miliki Rumah di Denpasar

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 13:54 WIB

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Kamis, 3 September 2026 - 18:56 WIB

Libatkan Warga, Pemdes Gunggung Susun RKPDes 2027 dan Rencana 2028 Lewat Musdes

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan pada Desember 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Tanam Tembakau atau Rugi? Bupati Sumenep Beri Pesan Penting untuk Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Perubahan Anggaran 2026, DPRD Sumenep: Jangan Lupakan Rakyat

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB