Sindir Krisis Minyak Goreng, PSPS Sumenep Bagi-Bagi Gratis

- Redaksi

Sabtu, 19 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sindir krisis minyak goreng, PSPS Sumenep bagi-bagi gratis. Foto/© Redaksi

Sindir krisis minyak goreng, PSPS Sumenep bagi-bagi gratis. Foto/© Redaksi

SUMENEPPemuda Sosial Pulau Sapudi (PSPS), Kabupaten Sumenep, menyalurkan ratusan liter minyak goreng pada masyarakat duafa.

Sedikitnya ada sekitar 200 masyarakat duafa yang akan mendapatkan minyak goreng dari PSPS Sumenep secara gratis.

Acara bagi-bagi gratis minyak goreng oleh PSPS bertempat di Kewedanan Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu, (19/3).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fero Feriyanto Ketua PSPS Sumenep menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya bagi-bagi minyak goreng gratis yaitu sebagai upaya untuk kepedulian sosial kepada masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Sehingga, kata Fero, sangat perlu untuk menyalurkan sedikit rezekinya untuk membantu masyarakat.

“Apalagi saat ini minyak goreng dinilai sangat langka, bahkan harganya melambung tinggi di Pulau Sapudi, makanya kami bagi-bagi karena kami sangat paham kebutuhan ibu-ibu,” ujarnya pada saat diwawancarai.

Selain itu, Fero sapaan akrabnya mengharapkan, agar pemerintah harus memperhatikan apa yang dialami masyarakat saat ini terkait krisis minyak goreng yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Kirab Santri dan Tour Religi, Cara PAC Ansor Gayam Rayakan HSN 2021

Karena menurutnya, minyak goreng menjadi kebutuhan ibu-ibu rumah tangga untuk memasak, apalagi kata dia, sebentar lagi akan memasuki bulan puasa. Sehingga, kebutuhan minyak goreng untuk memasak menjadi keprihatinan ibu-ibu jika harganya melampaui batas wajar.

“Harusnya pemerintah mencari solusi, lakukan penyidakan terhadap mafia minyak goreng agar kelangkaan cepat teratasi,” pinta bapak dua anak tersebut.

Fero melanjutkan, upaya-upaya pemerintah harus dipertegas lagi dalam meminimalisir terjadinya kelangkaan minyak goreng. “Agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tidak lagi terbengkalai,” tegasnya

“Kami harap agar pemerintah tetap berupaya yang terbaik untuk masyarakatnya, jangan sampai ada sekat atau ketidakmerataan dalam menangani polemik minyak goreng yang menjadi trending akhir-akhir ini,” tukas suami dari seorang bidan itu.

Ditempat yang sama, Alwani, warga Desa Pancor, menyampaikan terimakasih kepada PSPS lantaran sudah memberikan bantuan minyak goreng disaat yang tepat.

Baca Juga :  Spesial Akhir Tahun 2022, SOKSI dan BKS Kota Binjai Gelar Baksos

Sebab menurutnya, saat ini minyak goreng di Pulau Sapudi sudah terjadi kelangkaan lagi, bahkan akhir-akhir ini harganya sudah kembali naik melebihi yang semula.

“Alhamdulillah, Kalangkong se cek rajena, Anika cokop untuk kebutuhan neng e depor, polana samangken minyak nyior larang, (Alhamdulillah, terimakasi yang sangat besar, ini cukup untuk kebutuhan di dapur, soalnya sekarang minyak goreng mahal),” tutupnya.

Sebatas Informasi, PSPS merupakan komunitas pecinta sosial, termasuk juga pecinta panembahan atau asta yang dianggap sakral di Pulau Sapudi.

Baca Juga :  IPNU-IPPNU Tapanuli Tengah Berbagi Takjil di Bulan Berkah

Di dalamnya anggota PSPS terdiri dari berbagai macam elemen lintas profesi, baik dari kalangan pengusaha, kontraktor, wartawan, LSM, guru dan lain sebagainya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Wongsojudo Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah
Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya
Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar
HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior
Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong
Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya
Bupati Wongsojudo: Menjaga Gamelan dan Topeng Sumenep dari Kepunahan
MWC NU Bangsalsari Sukses Gelar Resepsi Harlah NU ke-102 di Ponpes Darul Hidayah

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31 WIB

Bupati Wongsojudo Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:15 WIB

Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya

Rabu, 29 April 2026 - 11:02 WIB

Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:50 WIB

HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:17 WIB

Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong

Berita Terbaru