Antusiasme Kader KWT Kersikan pada Pelatihan Keamanan Pangan Olahan Jagung

- Editorial Team

Jumat, 25 Juli 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pelatihan keamanan pangan kader KWT Kersikan bersama pendamping tim pengabdian masyarakat Universitas Airlangga, dan Dinas Pertanian di Desa Kersikan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. ©Okedaily.com/Andrean Masrofie

Peserta pelatihan keamanan pangan kader KWT Kersikan bersama pendamping tim pengabdian masyarakat Universitas Airlangga, dan Dinas Pertanian di Desa Kersikan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. ©Okedaily.com/Andrean Masrofie

OkeDaily.com Kegiatan pengolahan jagung menjadi berbagai produk inovatif merupakan bagian dari aktivitas kader kelompok wanita tani (KWT) Kersikan, yang berdampak pada stabilitas komoditas tanaman tersebut yang terdapat di Desa Kersikan, Pasuruan.

Dampak lainnya adalah peningkatan ekonomi keluarga petani Jagung. Para kader KWT Kersikan antusias dalam mengikuti pelatihan keamanan pangan olahan ini, mengingat ketersediaan jagung yang melimpah seiring dengan peningkatan kegiatan olahan tersebut.

Pelatihan keamanan pangan olahan jagung sangat penting diterapkan dalam kegiatan seperti ini, agar pengolahan pangan jagung yang dihasilkan aman dikonsumsi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu keuntungan penerapan keamanan pangan dalam olahan jagung juga berdampak pada peningkatan masa simpan, khususnya pada komoditas tersebut yang terdapat di Desa Kersikan.

Pada saat panen raya, terdapat kelimpahan jagung, jika tidak diimbangi dengan pengolahan pasca panen yang baik, dapat berdampak pada kerusakan jagung maupun produk olahannya sebelum tiba di konsumen.

Aktivitas pelatihan berfokus pada praktik keamanan pangan dalam proses produksi olahan jagung. Pelatihan keamanan pangan dapat diterapkan secara sederhana dalam proses pengolahan pangan skala rumah tangga.

Baca Juga :  111 Calon Santri Dilepas ke Ponpes Sukorejo, IKSASS Badung Bekali Lewat Program FASSABIH

Penerapan secara sederhana bermanfaat dalam mencegah proses produksi pangan dari kontaminan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kontaminan dapat berasal dari cemaran fisik, kimia dan biologi.

Pelbagai tahapan dalam proses produksi pangan dengan melibatkan tenaga pengolah dari sekelompok masyarakat tidak menutup kemungkinan adanya bahan maupun aktivitas yang berdampak pada kontaminasi.

Sehingga penting kader KWT Kersikan memahami prinsip keamanan pangan dalam proses pengolahan. Hal ini untuk menghindarkan masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, serta mendorong kesadaran keamanan pangan bagi para pemasok.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat berkontribusi dalam peningkatan jumlah industri makanan dan minuman yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, khususnya dalam penerapan keamanan pangan.

Pelatihan keamanan pangan olahan jagung pada kader KWT Kersikan, diselenggarakan tim pengabdian masyarakat dari Universitas Airlangga, yang diketuai oleh Aditya Prana Iswara, Ph.D.

Menurutnya, kegiatan ini berupa praktik penerapan prinsip keamanan pangan secara sederhana yang dapat diterapkan pada setiap tahapan dalam pengolahan pangan jagung, hingga menjadi produk aman yang siap dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga :  Pangkalan Angkatan Laut Batuporon Dipindah ke Sumenep, Ini Alasannya

Terdapat tiga produk yang diolah oleh para kader KWT Kersikan, produk diolah sesuai dengan prinsip keamanan pangan pada setiap tahapan prosesnya. Penerapan prinsip keamanan pangan dimulai dari pemilihan alat yang aman (food grade) dalam proses olahan jagung.

Selanjutnya, sambung dia, kegiatan tersebut juga melakukan proses praktik penggunaan peralatan dalam tahapan pengolahan jagung pada produk seperti dodol jagung, tortilla chips dan teh rambut jagung.

Sebagian besar peralatan yang digunakan dalam pengolahan jagung ini berbahan logam stainless steel dan kayu, dan sebagian menggunakan plastik, namun jenis plastik yang digunakan food grade.

Kemudian, peralatan yang berinteraksi secara langsung dengan panas, semua berbahan food grade. Para pengolah produk juga menggunakan sarung tangan, dan cuci tangan secara berkala selama proses produksi pangan olahan jagung agar higienis.

“Harapan kami kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi komunitas masyarakat atau para pengolah bahan pangan skala rumah tangga dalam penerapan keamanan pangan, khususnya dalam proses produksi olahan dari bahan lokal,” pungkasnya, Jumat (25/7).

Baca Juga :  Sekda Bemnus Jatim : UU Cipta kerja Berpotensi Matikan Petani Indonesia

Kendati begitu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dari produk olahan Jagung dalam skala yang lebih luas, melalui proses produksi ramah lingkungan dengan menerapkan prinsip keamanan pangan secara sederhana.

Sementara itu, Khairul, salah satu kader KWT Kersikan, permata, berkomitmen menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan produk dari bahan lokal jagung dengan menerapkan prinsip keamanan pangan.

Selanjutnya dari sisi pengembangan produk, para peserta pelatihan yang terdiri dari kader KWT Kersikan siap mempromosikan proses produksi pangan aman melalui bahan lokal.

“Ini guna menciptakan budaya higiene dan sanitasi dalam proses produksi skala rumah tangga, sekaligus promosi produk dalam skala lebih luas,” ucap Permata.

Penerapan prinsip keamanan pangan pada bahan lokal, diharapkan dapat membantu para kader KWT Kersikan dalam meningkatkan masa simpan, dan nilai jual produk olahan khususnya jagung.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa
MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?
Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?
Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah
Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah
TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 17:53 WIB

Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?

Selasa, 1 September 2026 - 11:20 WIB

OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:40 WIB

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB