OkeDaily.com – Di usia senja seorang nenek beramana Sumaina, Warga Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, seharusnya menikmati hari-hari dengan tenang.
Namun, perempuan lanjut usia yang kini hidup dalam kondisi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu justru menghadapi persoalan yang jauh lebih mendasar, identitas kependudukannya dipertanyakan.
Bagi sebagian orang, KTP dan KK, atau dokumen kependudukan mungkin hanya selembar kartu. Tetapi bagi Sumaina, identitas tersebut menjadi pintu untuk mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, menurut keterangan keluarganya, nama Sumaina justru tercatat dalam administrasi kependudukan dengan kondisi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Cucunya, Samsi, mengungkapkan bahwa sang nenek masih hidup hingga saat ini. Namun ketika keluarga hendak mengurus identitas kependudukannya, mereka menemukan data atas nama Sumaina di Disdukcapil justru menggunakan foto perempuan lain dan tercatat dengan keterangan meninggal dunia.
“Nama Sumaina, tetapi fotonya adalah istri siri ketiga dari Mbah Saniwan. Kemudian di catatan sipil juga tertulis meninggal dunia, padahal Mbah Sumaina masih hidup,” ungkap Samsi, 5 September 2026.
Persoalan itu bermula dari kisah rumah tangga Sumaina dengan Saniwan. Menurut keterangan Samsi, Sumaina menikah dengan Saniwan dan dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai seorang anak bernama Suhartini.
Penulis : Hasan Al-Hakiki
Editor : Mashudi Surahman
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya




![Nenek Sumaina sidampingi saudaranya, Jupri yang masih hidup namun tercatat meninggal di data kependudukan Dukcapil sehingga haknya sebagai warga negara terputus. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_135846.jpg?v=1788591726)




![GMNI Sumenep menggelar mimbar bebas di depan Kantor Pemkab Sumenep. Mereka mempertanyakan urgensi dan manfaat konkret wacana perubahan nomenklatur. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_173301-225x129.jpg?v=1791285201)
![GPS saat menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan Desa Saobi kepada DPMD Kabupaten Sumenep. Audiensi tersebut menjadi ruang penyampaian sejumlah pertanyaan publik mengenai pelayanan, transparansi anggaran, partisipasi BPD dan aparatur desa, serta keterbukaan informasi. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_171734-225x129.jpg?v=1791281902)


![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
