Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

- Editorial Team

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Kuasa Hukum salah satu korban investasi MBG di Sumenep, Sulaisi Abdurrazaq. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Kuasa Hukum salah satu korban investasi MBG di Sumenep, Sulaisi Abdurrazaq. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

OkeDaily – Kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan berkedok investasi penyediaan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madura mulai membuka persoalan yang lebih besar.

Kuasa hukum salah satu pelapor, Sulaisi Abdurrazaq, menyebut dugaan kerugian sejumlah korban secara keseluruhan telah mencapai lebih dari Rp7 miliar.

Padahal, laporan polisi yang saat ini masuk ke Polresta Sumenep baru mencatat kerugian senilai Rp288,96 juta.

Perbedaan angka tersebut membuat perkara ini berpotensi melebar, apabila keterangan mengenai korban dan kerugian dari daerah lain dapat dibuktikan.

Laporan awal dibuat oleh Ilmiyatus Zahiro alias Neng Ayak, terhadap Noerma Dwi Charolina alias Lina, pada 12 September 2026 lalu.

Baca Juga :  Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Laporan tersebut tercatat dalam STTLP Nomor STTLP/B/319/IX/2026/SPKT/ POLRESTA SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR dengan nilai kerugian Rp288.960.000.

Namun, menurut Sulaisi, angka dalam laporan tersebut justru merupakan nilai kerugian paling kecil dibandingkan dugaan kerugian korban lainnya.

“Di atas tujuh miliar,” kata Sulaisi, saat menyebut perkiraan total kerugian sejumlah korban.

Bahkan ia mengungkapkan, adanya seorang korban yang diduga mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar. “Paling besar korbannya satu orang,” ujarnya.

Baca Juga :  Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Korban Bukan Hanya di Sumenep

Sulaisi menyebut dugaan korban tidak hanya berada di Kabupaten Sumenep. Sejumlah pihak dari wilayah Madura lainnya, disebut mengalami persoalan serupa dengan nilai kerugian yang mencapai miliaran rupiah.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa
MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB