BBM Langka, Nasib Rakyat Kepulauan Raas Digantung Pemkab Sumenep

- Editorial Team

Jumat, 29 April 2022 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau Raas menjelang matahari terbenam. ©Redaksi

Pulau Raas menjelang matahari terbenam. ©Redaksi

SUMENEP – Tepat volume, tepat sasaran yang jadi ruh distribusi bahan bakar minyak (BBM) Pertamina, praktis bagai mimpi di siang bolong bagi masyarakat Kepulauan Sumenep, Madura.

Kisah klasik permasalahan BBM di wilayah kepulauan tersebut menanti kehadiran Pemkab Sumenep. Herannya, penantian itu terlihat masih panjang.

Sejumlah keluhan dan saran untuk mengatasi problem BBM di kepulauan, belum membuat Pemkab Sumenep bergerak cepat. Solusi pun baru sebatas lip service saja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sulitnya masyarakat Pulau Raas mendapatkan BBM di kala mendekati Lebaran, mungkin tak akan pernah terjadi andai Pemkab Sumenep sudah mengantisipasi jauh-jauh hari.

Terbitnya Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Penyaluran Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Pada Daerah yang Belum Terdapat Penyalur. Belum juga dijalankan Pemkab Sumenep hingga kini.

BBM Langka, Nasib Rakyat Kepulauan Raas Digantung Pemkab Sumenep
Ferry Saputra. ©foto/istimewa

“Padahal peraturan tersebut dimaksudkan untuk menanggulangi permasalahan ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM. Kembali pada keseriusan Pemkab Sumenep sebenarnya,” ujar Ferry Saputra, pemerhati kebijakan publik. Jum’at (29/4).

Dengan penerapan Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015, kata Ferry yang juga seorang arsitek itu, perwakilan dari sekelompok masyarakat pengguna BBM tertentu di daerah kepulauan yang tidak terdapat agen atau penyalur dapat membentuk sub penyalur.

“Memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi kalau Pemkab Sumenep serius memfasilitasi adanya sub penyalur BBM resmi di kabupaten tercinta ini. Di antaranya standarisasi teknis peralatan dan pemerataan HET (Harga Eceran Tertinggi, red),” terang dia.

Ferry menambahkan, standarisasi teknis peralatan diperlukan agar safety dan kualitas BBM menjadi terstandar, serta diperlukan juga besaran ongkos pasti dari penyalur ke sub penyalur.

“Harus ada Perbup sebagai payung hukum dan kepedulian Pemkab Sumenep,” tegas dia.

Apa yang disampaikan Ferry Saputra tentunya merupakan solusi jangka panjang. Namun kondisi kelangkaan BBM di Pulau Raas saat ini memerlukan langkah cepat dan tepat guna mengatasinya.

Baca Juga :  Balad Grup Siap Gelontorkan Investasi Besar di Sumenep
BBM Langka, Nasib Rakyat Kepulauan Raas Digantung Pemkab Sumenep
Tanker BBM sandar di pelabuhan Raas pada, Juni 2020 silam. ©Redaksi

R. Erwien Hendra Laksmono, dari Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep ketika dihubungi via panggilan WhatsApp, Jum’at (29/4) menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kecamatan Raas dan Pertamina terkait kelangkaan BBM yang terjadi.

“Kami sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Camat Raas dan juga Pertamina. Untuk mengatasi ketersediaan BBM menjelang Lebaran, maka akan dibantu dari APMS (Agen Penyalur Minyak dan Solar, red) di Gayam,” kata dia.

Hendra juga menerangkan jika Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep telah berkirim surat resmi ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) atas kondisi kelangkaan BBM di Pulau Raas. Ia pun sepakat sub penyalur sebagai solusi ke depannya.

“Sudah dibicarakan dengan Pak Deni dari Pertamina tentang sub penyalur. Memang prosesnya masih panjang tetapi kami siap melakukan perubahan dan sedang menyusun Perbup untuk diajukan ke Bagian Hukum,” tutupnya.

Masih ingatkah saat Kapal Motor (KM) Khotijah 01 pengangkut BBM yang terbakar saat bersandar di dermaga Pelabuhan Gayam Sapudi, Kabupaten Sumenep pada hari Rabu, 26 Januari 2022 lalu.

Baca Juga :  Cocoklogi Penjelasan Pimpinan Cabang BRI Sumenep

Begitu juga dengan kejadian penangkapan terhadap warga Pulau Raas yang akan mengirim BBM dari pelabuhan Dungkek, Sumenep pada, Selasa 5 April 2022, oleh Satuan Penegakkan Hukum Polairud Polda Jatim.

Diperlukan kehadiran Pemkab Sumenep melindungi masyarakatnya, dalam bentuk Perbup yang mengatur pendistribusian BBM untuk mencegah kejadian serupa tak terulang kembali di kemudian hari.

Baca Juga :  Ratusan PR Nakal dan Produsen Rokok Polos di Sumenep Resmi Dilaporkan Warga

Selain itu juga perlunya regulasi atas HET BBM yang dibolehkan demi keteraturan harga di wilayah kepulauan. Diharapkan slogan Pemkab Sumenep, yaitu ‘Sumenep Melayani’ benar-benar dirasakan keberadaannya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Jumat, 11 September 2026 - 17:53 WIB

Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?

Latest News

Festival Tani Ganding 2026 resmi digelar meriah. Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim apresiasi kreativitas petani Ganding. ®okedaily.com [Foto: Dok. Diskominfo Sumenep]

Nasional

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Senin, 21 Sep 2026 - 19:07 WIB