Balad Grup Siap Gelontorkan Investasi Besar di Sumenep

- Editorial Team

Jumat, 10 Januari 2025 - 19:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Sekda Edy menemui awak media usai rapat bersama Balad Grup. ©Okedaily.com/Istimewa

Sekda Edy menemui awak media usai rapat bersama Balad Grup. ©Okedaily.com/Istimewa

OkeDaily.com – Kabar gembira datang dari Balad Grup yang berencana akan menggelontorkan investasi besar dalam sektor budidaya perikanan di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.

Rencananya, proyek itu mencakup budidaya 10 juta ekor lobster, ikan kerapu, dan teripang dengan memanfaatkan potensi alam yang melimpah di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Travel Tujuan Pulau Sapudi Bakal Distop, Aktivis BARA JP Sumenep Mengadu?

Diungkapkan Owner Balad Grup, Khalilur R Abdullah Sahlawy, alasan memilih Teluk Kangean sebagai lokasi utama. Keputusan ini diambil setelah melakukan riset mendalam, termasuk kunjungan langsung ke Vietnam eksportir lobster terbesar di dunia untuk mempelajari teknik budidaya yang optimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menemukan ada 28 teluk di Kangean yang sangat potensial untuk budidaya lobster, kerapu, dan teripang,” ujar pria yang akrab disapa Ji Lilur itu.

Ia menjelaskan, kondisi teluk di gugusan Kepulauan Kangean yang terlindung dari ombak dengan tingkat salinitas tinggi sangat ideal untuk budidaya lobster.

Baca Juga :  Dirut PT WUS Terseret Kasus Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Kapal

Ia menyebut teluk berlumpur cocok untuk teripang, sedangkan teluk dengan arus sedang mendukung pertumbuhan ikan kerapu. Besarnya permintaan pasar global, katanya, terutama dari China yang membutuhkan ribuan ton komoditas laut tersebut.

“Kami baru saja kembali dari China dan melihat perusahaan-perusahaan besar di sana sangat membutuhkan pasokan ini dalam jumlah besar,” ujarnya.

Dengan target investasi lebih dari Rp100 triliun dalam 10 tahun ke depan, proyek tersebut berpotensi akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia dalam sektor budidaya perikanan.

Baca Juga :  Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM di Era Digitalisasi

Jika berhasil, tentunya, Pulau Kangean akan menjadi pusat budidaya lobster dan komoditas laut lainnya dengan pasar ekspor yang menjanjikan.

Saat ini, Balad Grup sudah memulai tahap awal dengan pemasangan keramba dan menunggu peresmian dari Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).

“Kami menunggu izin dari KKP RI, dan investasi tahap pertama telah dimulai dengan pemasangan keramba,” tambahnya.

Baca Juga :  KPU Sumenep Gelar Debat Kedua Pilkada 2024 di Uniba, Bahas Peningkatan Pelayanan Publik

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, melalui Sekda Edy Rasyadi, menyatakan dukungannya terhadap investasi ini. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan strategi pemerintah dalam menggeser fokus ekonomi dari sektor migas ke perikanan.

“Pemkab Sumenep sangat mendukung rencana ini. Harapannya, masyarakat sekitar dilibatkan dalam semua tahapan, mulai dari pembangunan hingga operasional. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila proyek tersebut sukses, maka Pemkab Sumenep berpeluang menjadi pusat budidaya perikanan terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga :  Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

“Kalau ini berhasil, kita bisa menjadi ikon perikanan, bukan hanya dikenal karena pertambangannya. Ini adalah investasi jangka panjang yang sangat potensial,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News