JAASMARA Akan Polisikan Walikota Malang

- Redaksi

Senin, 20 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okedaily.com, Malang – Walikota Malang Sutiaji yang dianggap melanggar aturan saat Covid19, terancam dipolisikan oleh Jaringan Aliansi Aktivis Malang Raya.

Disaat angka Covid19 masih tinggi dan diberlakukannya PPKM level 2 untuk wilayah Malang Raya, kini justru aturan tersebut dilanggar oleh pejabat publik. Dalam hal ini dilakukan oleh Walikota Malang Sutiaji, beserta rombongan pejabat Pemkot Malang lainnya.

Baca Juga : Irjen Napoleon Bonaparte: Saya Akan Mempertanggung Jawabkan Tindakan Saya Terhadap M. Kace

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekedar diketahui, bahwa sejumlah tempat wisata di Malang Raya masih tutup termasuk pantai wisata Kondangmerak Kabupaten Malang. Namun Walikota Malang Sutiaji beserta rombongannya justru menerobos masuk ke area pantai Kondangmerak meski sudah diberikan arahan oleh petugas yang ada.

Baca Juga :  Musdes Sapeken, PJ Kades : Fokus Penanganan Kemiskinan Ekstrim

Aksi Walikota Malang beserta pejabat Pemkot Malang itu kemudian menyebar melalui berbagai media sosial dan aplikasi perpesanan WhatsApp, pada Minggu (19/09).

JAASMARA Akan Polisikan Walikota Malang

Beberapa foto menunjukkan rombongan Pemkot Malang berada di Pantai Kondangmerak, Desa Sumberbening, Bantur, yang melakukan gowes hingga menimbulkan kerumunan di pantai.

Hal itu menimbulkan reaksi dari berbagai pihak di Malang Raya yang tergabung dalam Jaringan Aliansi Aktivis Malang Raya (JAASMARA), yang terdiri dari ProDesa, MCC (Malang Crisis center), Lubis Institute, serta komponen masyarakat lainnya.

Jaringan Aliansi Aktivis Malang Raya itu, akan segera Melaporkan Walikota Malang beserta beberapa pejabat lain yang terlibat ke Polres Malang.

Baca Juga :  Peresmian Gedung Baru DPRD Sumenep, Ahmadi Yasid Serukan Perubahan Pola Pikir dan Penguatan Fungsi Lembaga

Jika mengacu pada surat Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Nomor 6 tahun 2020, Tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Maka Walikota Malang beserta jajaran pejabat lain yang terlibat bisa terancam diberhentikan karena telah melanggar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga : Ketika Ambulance Achmad Fauzi Peduli Sulit Dijangkau

Sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, diingatkan kepada kepala daerah tentang kewajiban dan sanksi bagi kepala daerah. Pada dictum keempat, pasal 78 UU Pemda, dijelaskan tentang kepala dearah berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan. Pasal 78 ayat (2) UU Pemda, ini menyebut kepala daerah dapat diberhentikan apabila dinyatakan melanggar sumpah/janji jabatan kepala daerah/wakil kepala daerah.

Baca Juga :  Prof Widodo, Rektor Baru Universitas Brawijaya Periode 2022-2027

JAASMARA mengaku sangat kecewa dan malu, karena secara tidak langsung aksi Walikota Malang beserta jajarannya itu telah mencoreng nama baik Kota Malang.

Baca Juga : Pajak Reklame Diduga Bocor, BPPKAD Sumenep Berikan Klarifikasi

Oleh karena itu, JAASMARA sebagai warga Kota Malang, meminta maaf kepada masyarakat yang telah dirugikan khususnya masyarakat Kabupaten Malang atas perilaku Walikota Malang yang telah memberi contoh yang tidak baik serta membuat resah masyarakat.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Wongsojudo Naik Becak, Gaungkan Rabu Hemat Energi
Staf Ahli Baru Sumenep, Kunci Penguatan Kinerja dan Perumusan Kebijakan Strategis
Diskominfo Sumenep Gelar Halal Bihalal untuk Dorong Semangat Kerja Baru
TKA Jadi Tolok Ukur Kematangan Siswa, Bupati Sumenep Ungkap Harapan
UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026
UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026
UIN Madura Perkuat Budaya Riset melalui Workshop
Tuai Apresiasi, Program Balik Pesantren 2026 Pemkab Sumenep Penuh Harapan

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:22 WIB

Staf Ahli Baru Sumenep, Kunci Penguatan Kinerja dan Perumusan Kebijakan Strategis

Selasa, 7 April 2026 - 15:30 WIB

Diskominfo Sumenep Gelar Halal Bihalal untuk Dorong Semangat Kerja Baru

Senin, 6 April 2026 - 15:49 WIB

TKA Jadi Tolok Ukur Kematangan Siswa, Bupati Sumenep Ungkap Harapan

Kamis, 2 April 2026 - 19:52 WIB

UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026

Kamis, 2 April 2026 - 19:25 WIB

UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026

Berita Terbaru

Ketum Hima Persis DKI Jakarta, Ihsan. ©okedaily.com/ist

Ekonomi Bisnis

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:22 WIB

Verified by MonsterInsights