Sampaikan Riset dan Kajian Kritis, BEM PTNU Jatim Kawal Isu Tentang Perempuan

- Redaksi

Jumat, 3 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Divisi Isu Keperempuanan BEM PTNU Jatim diskusi bersama Kepala Bidang Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3AK Jatim, Ida Tri Wulandari. ©Okedaily.com/Hainor

Divisi Isu Keperempuanan BEM PTNU Jatim diskusi bersama Kepala Bidang Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3AK Jatim, Ida Tri Wulandari. ©Okedaily.com/Hainor

OKEDAILY, JATIM Dalam rangka menuju Internasional Women’s Day (IWD), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) gelar audensi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Rabu (01/03).

Melalui Divisi Isu Keperempuanan BEM PTNU Jatim, menyampaikan hasil riset dan kajian kritis kepada Dinas DP3AK setempat. “Kami menyampaikan hasil riset kajian kritis mengenai kondisi perempuan secara umum di berbagai bidang,” kata Windi Wulandari.

Pasalnya, terdapat persoalan keperempuanan yang harus di tangani secara serius oleh dinas terkait. “Maulai dari soal tingginya angka kekerasan seksual, ekonomi, pendidikan serta partisipasi poltik dalam pembuatan kebijakan strategis di Jatim,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Pengurusan Participating Interest 10% oleh Petrogas Jatim Sumekar Dinilai Berlarut-larut

Agenda tersebut diwakili oleh berbagai BEM Kampus yang tergabung dalam aliansi BEM PTNU Jatim, khusunya anggota divisi keperempuanan.

Dalam audiensi tersebut BEM PTNU Jatim menyampaikan hasil riset dan kajian mengenai kondisi umum perempuan di Jatim dari berbagai aspek.

Tingginya Angka Kekerasan Seksual

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yakni 2010-2020, jumlah kekerasan seksual di tanah air cenderung mengalami peningkatan beruntun, mulai dari 105.103 kasus di tahun 2010, hingga mencapai 299.991 pada tahun 2020, dengan rata-rata kenaikan 19,6 persen per tahun.

Adapun yang mengalami penurunan hanya terjadi pada tahun 2015 dan 2019, masing-masing sebanyak 10,7 persen dan 22,5 persen kasus.

Baca Juga :  Giliran Relawan Jokowi Laporkan Tanah Uruk Haji Asis

Di tahun 2021, simfoni PPA mencatat korban kasus kekerasan seksual. Jumlah kasus sepanjang tahun itu yakni terdapat 5.376 orang laki-laki, dan perempuan sebasar 21.735 orang.

Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan pada tahun tersebut, didominasi oleh pemerkosaan dengan jumlah 597 kasus atau 25 persen. Kemudian disusul kasus incest (inses) dengan jumlah 433 kasus, dan kekerasan seksual mencapai 375 kasus.

Dari data tersebut, provinsi dengan jumlah desa dan kelurahan terbanyak yang memiliki kasus perkosaan adalah Jawa Timur.

Sementara di tahun 2022, catatan Kementerian P3A ialah terdapat 25.050 perempuan menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 15,2 persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Sinkronisasi Program, BEM FAI Kabinet Baswara Unisma Gelar Pra Raker

Bedasarkan data simfoni, total kasus kekerasan di sepanjang tahun 2022 adalah sejumlah 27.589 orang yang terdiri dari 4.634 korban lelaki dan 25.050 korban perempuan.

Tingginya angka kekerasan seksual di atas menunjukkan, bahwa dari tahun ke tahun perempuan selalu mendominasi korban kekerasan dan paling rentan. Sangat miris Jatim menempati posisi teratas dengan jumlah korban tertinggi di Indonesia, 2.136 orang. Posisi kedua dan ketiga, ditempati Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Kerentantanan Kemiskinan Pada Perempuan

Dari tahun ke tahun, indeks pembangunan gender (IPG) dan indeks pemberdayaan gender (IDG), secara umum terdapat indikasi ketidaksetaraan capaian pembangunan antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga :  Puskesmas Legung Sumenep Gelar Mini Lokakarya, Camat Mujib : Kemajuan Signifikan

Padahal, hal ini sangat mempengaruhi peran tenaga kerja khususnya pada perempuan, baik dalam hal keberdayaan maupun dari sisi kerentanan ekonomi.

Berdasarkan publikasi profil angkatan kerja Jatim, pada tahun 2021 terdapat 29.960 rumah tangga dari total penduduk sekitar 40,016 juta jiwa, dengan klasifikasi adalah 20.291.592 laki-laki dan 20.374.104 merupakan perempuan.

Data tersebut masih menunjukkan, bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dari 16,27 juta orang perempuan usia kerja di tahun 2021, perempuan yang masuk kedalam kelompok angkatan kerja mencapai 56,11 persen.

Sedangkan yang tidak masuk dalam angkatan kerja ialah sebanyak 43,89 persen, dengan klasifikai bekerja 53,25 persen. Kemudian yang mengurus rumah tangga sebesar 33,59 persen, sekolah 6,53 persen, melakukan kegiatan lainnya 3,77 persen, dan menganggur 2,68 persen dari jumlah total penduduk usia kerja.

Baca Juga :  Kebijakan Ngawur Bupati Sumenep, Dikadalin Anak Buahnya?

Data tersebut memperlihatkan, bahwa masih terdapat hampir separuh atau 43,89 persen jumlah perempuan diusia kerja yang rentan terhadap kemiskinan, karena tidak tergolong sebagai angkatan kerja khususnya di provinsi Jawa Timur.

Pendidikan dan Partisipasi Perempuan Dalam Kebijakan Politik

Selain persoalan diatas, BEM PTNU Jatim juga mendiskusikan perihal kondisi umum statistik pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan dan partisipasi dalam pembuatan kebijakan politik. Karena hal tersebut sangat mempengaruhi kondisi perempuan dalam berbagai aspek untuk menghilangkan marjinalisasi perempuan.

Audiensi kali ini disambut baik oleh Kepala Bidang Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3AK Jatim, Ida Tri Wulandari. Dirinya menjelaskan berbagai macam rancangan program, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menanggulangi berbagai persoalan mengenai kondisi perempuan, sekaligus memberikan perspektif-perspektif baru.

Baca Juga :  Merasa Dihianati, Puluhan Kader PMII Geruduk Kantor PC PMII Kota Malang

“Diakhir sesi audiensi, kami mendapatkan berbagai macam catatan penting sekaligus berbagai macam rekomendasi khusunya bagi mahasiswa dalam berperan mengawal isu perempuan,” pungkas Windi.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Sukabumi Pastikan Jalur Pansela Aman Dipakai Mudik Lebaran Tahun Ini
Ciptakan Suasana Kondusif, Polsek Cibadak Menggelar Operasi Petasan
Beredar Isu Demo RSUD Karawang, Hendra Supriatna : Rumah Sakit Adalah Objek Vital
Jurnalis Bergerak, Polres Sumenep Akan Dikepung Ratusan Wartawan dan Aktivis
The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone
Berlagak Preman Mantan Kades Batuampar Aniaya Wartawan Sumenep, Ini Sikap PWRI Jatim
Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Atas Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap LKPJ 2022 dan 3 Raperda
Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Terhadap LKPJ Kepala Daerah 2022, DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna

Berita Terkait

Jumat, 31 Maret 2023 - 01:38 WIB

Kapolres Sukabumi Pastikan Jalur Pansela Aman Dipakai Mudik Lebaran Tahun Ini

Jumat, 31 Maret 2023 - 00:58 WIB

Ciptakan Suasana Kondusif, Polsek Cibadak Menggelar Operasi Petasan

Kamis, 30 Maret 2023 - 13:38 WIB

Beredar Isu Demo RSUD Karawang, Hendra Supriatna : Rumah Sakit Adalah Objek Vital

Kamis, 30 Maret 2023 - 03:42 WIB

Jurnalis Bergerak, Polres Sumenep Akan Dikepung Ratusan Wartawan dan Aktivis

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:44 WIB

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Verified by MonsterInsights