Bunda Fitri Sambut Baik Gagasan Bupati Fauzi Tentang Reaktivasi Rel Kereta Api Madura

- Editorial Team

Kamis, 16 Maret 2023 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda Fitri. ©Okedaily.com/KAI

Bunda Fitri. ©Okedaily.com/KAI

OKEDAILY, JATIM Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, pada 2019 lalu, telah menetapkan peraturan tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan, salah satunya adalah Bangkalan Madura, Jawa Timur. Hal itu guna meningkatkan daya saing, dan laju pelaksanaan proyek strategis nasional.

Dalam rangka meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan yang dimaksud Presiden Jokowi tersebut, diusulkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, ialah reaktivasi rel kereta api di Pulau Madura.

Pro-kontra rencana reaktivasi rel kereta api di Bumi Sakera yang digagas oleh Bupati Fauzi tersebut, kali ini mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Nurfitriana, SE., MM. anggota fraksi PKB Dapil Madura.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Minim Peminat, APHT Terancam Mangkrak? Berikut Saran AWDI Sumenep

Lewat sambungan seluler, Bunda Fitri sapaan karib istri mantan Bupati Sumenep dua periode itu kepada okedaily.com mengatakan, secara prinsip menyambut baik gagasan Bupati Fauzi terkait rencana reaktivasi rel kereta api.

Sebagai sarana alternatif moda transportasi yang ada di Madura, menurutnya, langkah tersebut akan berdampak pada perekonomian, baik regional dan nasional, sehingga perlu dilakukan percepatan pembangunan yang berkelanjutan.

Pandangan Bunda Fitri adalah untuk jangka panjang. Ia berkeyakinan, bahwa kedepan rel kereta api ini akan sangat strategis keberadaannya, dan akan menjadi penunjang kebutuhan masyarakat Madura dalam menaikkan taraf hidup.

Baca Juga :  Mahasiswa Peserta KKN STAI Al-Ishlahiyah Binjai Sukses Gelar Kegiatan Studi Kewirausahaan

“Jadi, (pandangan) visioning-nya harus jangka panjang kedepan, bahwa di Madura dengan digagasnya pembangunan rel kereta api, kelak diharapkan akan menambah kemudahan dalam mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi,” kata Ketua Perempuan Bangsa Jatim itu.

Saat ini, kata Bunda Fitri, warga Madura sudah mempunyai pilihan-pilihan alternatif dalam menggunakan jalur transportasi. Selain ada jalan arteri atau jalur lintas selatan (pantura), juga sudah ada Bandar Udara Trunojoyo Sumenep.

“Walaupun ke depan butuh di re-scedule (Jadwal ulang) lagi ya, bentuk-bentuk kerjasamanya dengan pihak maskapai,” tukasnya.

Baca Juga :  The Cakra Hotel Hadirkan Promo Staycation Libur Sekolah untuk Keluarga

“Nah, untuk reaktivasi rel kereta api ini, kan tidak ada salahnya jika dirintis lagi, sekali lagi ini untuk jangka panjang. Dan kalau boleh saya memberi tambahan ide, agar nantinya pembangunan rel Kereta Api ini sebaiknya membedah ruas baru di jalur tengah kawasan Madura, artinya jangan lagi disisi selatan atau disisi utara,” ujar Bunda Fitri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila reaktivasi jalur atau rel kereta api ini masih terkonsentrasi disisi selatan (seperti yang masih ada saat ini), tidak menutup kemungkinan akan ada kendala. Pasalnya, bekas-bekas lahan dimana rel-rel itu berdiri, sebagian sudah dikuasi penduduk.

“Sepertinya, lahannya sudah banyak yang dikuasai penduduk, ada bangunan toko-toko, ada yang berdiri gudang, ada tambak, dan lain-lain. Dan tak menutup kemungkinan itu nanti akan menjadi kendala tersendiri dalam merelokasinya,” tandasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya

Jadi, selain menyambut baik gagasan Bupati Fauzi, itulah pandangan Bunda Fitri bahwa yang paling tepat harus membuka ruas baru di jalur tengah kawasan Madura, dengan pertimbangan akan kesulitan mendata keberadaan lahan apabila tetap buka jalur disisi selatan.

“Tetapi kalau disisi kawasan tengah, saya punya keyakinan kelak dengan sendirinya akan tercipta sentra-sentra ekonomi baru di jalur tengah, akan membuka akses ekonomi baru, bahkan bisa jadi akan muncul keramaian miniatur kota-kota baru,” tutup Bunda Fitri mengakhiri perbincangan seputar gagasan Bupati Fauzi tentang reaktivasi rel kereta api Madura.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?
Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah
Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah
TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional
Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur
Perkuat Ekonomi Rakyat, Bupati Sumenep Dorong Koperasi Tumbuh Sehat dan Berdaya Saing
Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya
Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum

Related News

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Medco Energi Siapkan Pengeboran di Blok Madura Offshore, Pulau Sapudi Bakal Dikeruk Lagi?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Kredit UMKM Seret, Prof AQ Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Harapan Baru di Pesisir Pancor, PPM HCML 2026 Dukung Nelayan Kakap Merah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:34 WIB

TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:12 WIB

Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur

Latest News

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB