Bupati Karna Dinilai Anti Kritik, Rio Prayogo : Harus Produktif, Kerja Bupati Bukan Goyang-goyang

- Editorial Team

Kamis, 25 Mei 2023 - 11:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Direktur Eksekutif PRC, Rio Prayogo. ©Okedaily.com/Rofi

Direktur Eksekutif PRC, Rio Prayogo. ©Okedaily.com/Rofi

SITUBONDO – Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting (PRC), Rio Prayogo mengkritisi etika pembangunan Pemerintah Situbondo yang dinilai cendrung feodal dan anti-kritik. Penilaian tersebut disampaikan dalam acara peningkatan budaya literasi di Universitas Abdurahman Saleh pada Kamis, 24 Mei 2023.

Menurut Rio, panggilan akrabnya, Pemerintah Situbondo hari ini tergoda untuk melaksanakan kegiatan yang bersifat instan, populis, tak menyentuh subtansi masalah.

“Seorang pemimpin juga harus punya etika dalam melaksanakan program kerja. Bukan hanya bagi-bagi sembako yang kemudian diikuti dengan sejumlah baliho berisi foto diri bupati. Setelah itu goyang-goyang. Tidak, bukan seperti itu harusnya,” ujar Rio.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  MPLS Berbasis Karakter, Binar Squad Ajak Siswa Belajar Bela Negara di Markas TNI

Kalau mau bagus, sambung Rio, Pemda Situbondo bisa menyediakan ruang publik yang ramah terhadap semua golongan, dan Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, MM. hadir di dalamnya.

“Kalau perlu, sediakan tempat khusus di pendopo untuk masyarakat demo. Biarkan warga mengungkapkan kegelisahannya, keberatannya, dan bupati mendengarnya,” tegas Rio.

Rio mengamati bahwa pemerintahan Bupati Karna cenderung tertutup, tidak pernah mendialogkan programnya kepada publik. Hal tersebut menurut Rio fatal, karena publik menjadi tidak paham gagasan dan arah pembangunan yang dilakukan untuk Situbondo.

Baca Juga :  GP Ansor Manggarai Timur Berikan Penguatan Moderasi Beragama di SMA Negeri 7 Elar

“Turun ke masyarakat bawah kalau hanya untuk makan-makan kemudian foto-foto tanpa membawa gagasan dan berdialog dalam rangka menyerap pendapat-pendapat mereka, untuk apa? Itu tidak akan pernah menyelesaikan persoalan di masyarakat,” tegas Rio.

Disebutkan Rio, kegiatan populis yang dilakukan Bupati Karna hanya akan dinilai sebagai pencitraan, karena publik paham bahwa mantan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lumajang itu tidak punya gagasan yang solutif.

“Jangan alergi kritik, jangan kaku menyikapi sebuah tuntunan. Justru dari sanalah seorang pemimpin yang baik diuji untuk kemudian mendapat solusi terbaik,” tambah Rio.

Baca Juga :  Merasa Dihianati, Puluhan Kader PMII Geruduk Kantor PC PMII Kota Malang

Sementara itu Dr. Giyanto, pembicara lainnya dalam diskusi, menyampaikan pendapat berbeda terkait literasi pembangunan. “Di satu sisi kita perlu meningkatkan budaya literasi. Tapi di sisi lainnya kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, harus berjalan bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, menurut Giyanto, pemerintahan yang baik juga perlu didukung oleh kaum intelektualnya, serta tokoh masyarakat. “Peran warga juga dilihat untuk berpikir objektif dan rajin memberikan solusi untuk kemaslahatan bersama,” terangnya.

Pantauan di lapangan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip-Universitas Abdurahman Saleh. Peserta diskusi berjumlah sekitar 100 orang. Kegiatan berjalan dengan lancar sebagaimana yang direncanakan.

Baca Juga :  Adakan Sekolah Anggaran, Zia Ulhaq Menduga APBD Probolinggo Menyimpan Borok
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News