Rapat Persiapan Gugatan Pilkada 2024 di Pegunungan Prancak: Demokrasi Sumenep di Titik Noda

- Redaksi

Selasa, 7 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Tim Hukum Paslon FINAL dalam rangka persiapan gugatan Pilkada Sumenep 2024 di Pegunungan Prancak Pasongsongan. ©Okedaily.com/Istimewa

Rapat Tim Hukum Paslon FINAL dalam rangka persiapan gugatan Pilkada Sumenep 2024 di Pegunungan Prancak Pasongsongan. ©Okedaily.com/Istimewa

SUMENEP, OKEDAILY Pegunungan Prancak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, menjadi lokasi unik bagi tim pasangan calon (Paslon) Final untuk menggelar rapat persiapan gugatan Pilkada Sumenep 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK), pada Senin (6/1/2025).

Jarak yang jauh dari pusat kota itu tidak menyurutkan semangat para peserta rapat untuk hadir. Sekilas suasana pegunungan yang asri memberikan nuansa berbeda pada pertemuan tersebut.

Setelah menempuh perjalanan melewati jalan sempit, tikungan tajam, dan tanjakan curam, peserta rapat akhirnya tiba di lokasi. Fauzi AS, seorang aktivis yang turut hadir, menyampaikan kesannya terhadap tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Wartawan Sumenep Dianiaya, Ketua AWDI Jatim Mengutuk Keras Sikap Premanisme Mantan Kades Batuampar

“Tim Final tidak sekadar mengadakan rapat di sini, tapi juga ingin menyatu dengan alam, merasakan energi baru untuk membahas sesuatu yang sangat serius,” ujarnya.

Diketahui, rapat ini menjadi ajang pembahasan mendalam mengenai dugaan kecurangan dalam Pilkada Sumenep 2024. Fauzi AS menyebut bahwa gugatan ke MK bukan hanya sekadar langkah hukum, tetapi juga bentuk perjuangan moral untuk membersihkan demokrasi yang ia istilahkan sebagai “Demokrasi Junub.”

“MK adalah mesin kesucian demokrasi. Di sana, semua kecurangan akan dibuka dan keadilan akan ditegakkan,” katanya.

Baca Juga :  APBD Sumenep Tahun Anggaran 2025 Defisit Rp245 Miliar, Penasehat AWDI Angkat Bicara

Dalam rapat, tim hukum Paslon Final mendiskusikan berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi selama proses Pilkada Sumenep 2024. Bahkan, nama salah satu tokoh PDIP dengan inisial M0 disebut-sebut sebagai sosok yang diduga terlibat dalam praktik kecurangan.

“Nama ini selalu muncul dalam diskusi kami, baik di tingkat dusun hingga elite kabupaten. Perannya sangat memengaruhi jalannya Pilkada,” ujar seorang peserta rapat yang enggan disebutkan namanya.

Selain membahas strategi hukum, pertemuan ini juga menjadi ruang refleksi terhadap kondisi sosial-politik di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep. Fauzi AS dan kawan-kawan, pun menyoroti kemiskinan sebagai akar dari pragmatisme politik.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus SMSI se-Madura Raya 2025 di Keraton Sumenep

“Kemiskinan membuat masyarakat kita mudah dijebak oleh elit politik yang memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan mereka,” sesalnya.

Ia juga menyinggung potensi besar Madura yang belum terkelola dengan baik. “Madura itu kaya, dengan sumber daya alam yang melimpah. Tapi sayangnya, kekayaan ini tidak dirasakan rakyat karena dikuasai oleh segelintir pihak,” tambahnya.

Di penghujung rapat, Fauzi memberikan pesan penuh harapan. “Jangan pernah berpikir kecurangan adalah jalan pintas. Kecurangan akan bertemu jalan buntu. Demokrasi kita harus dibersihkan, agar keadilan bisa kembali ditegakkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kurniadi Sambangi Bawaslu Sumenep Terkait Dugaan Pelanggaran Pilkada 2024

Sementara itu, salah satu anggota tim hukum, Sulaisi Abdirrazaq, meminta seluruh pendukung Paslon Final untuk terus mendoakan agar MK dapat bertindak adil. “Doa adalah senjata kami. Kami ingin MK menjadi alat bersuci dari semua noda kecurangan,” ucapnya.

Kendati demikian, ia juga tak lupa mengingatkan bahwa doa pernah membawa keadilan dalam Pilkada Sumenep 2024, seperti yang terjadi pada kasus pencalonan Kiai Ali Fikri. Namun, berkat kasih Tuhan yang Maha Esa melalui palu MK pada akhirnya bisa menjadi kontestan di perhelatan pertama rakyat tersebut.

Pertemuan ini diakhiri dengan doa bersama, dipimpin oleh salah satu tokoh agama yang hadir. Peserta rapat pun meninggalkan lokasi dengan semangat baru untuk melanjutkan perjuangan di ranah hukum demi demokrasi yang bersih dan adil.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026
Bupati Wongsojudo Naik Becak, Gaungkan Rabu Hemat Energi
Staf Ahli Baru Sumenep, Kunci Penguatan Kinerja dan Perumusan Kebijakan Strategis
Diskominfo Sumenep Gelar Halal Bihalal untuk Dorong Semangat Kerja Baru
TKA Jadi Tolok Ukur Kematangan Siswa, Bupati Sumenep Ungkap Harapan
Dukungan Pemkab Sumenep Dongkrak Semangat Layanan RSUD Moh Anwar
UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026
UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:15 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:04 WIB

Bupati Wongsojudo Naik Becak, Gaungkan Rabu Hemat Energi

Rabu, 8 April 2026 - 12:22 WIB

Staf Ahli Baru Sumenep, Kunci Penguatan Kinerja dan Perumusan Kebijakan Strategis

Selasa, 7 April 2026 - 15:30 WIB

Diskominfo Sumenep Gelar Halal Bihalal untuk Dorong Semangat Kerja Baru

Senin, 6 April 2026 - 15:49 WIB

TKA Jadi Tolok Ukur Kematangan Siswa, Bupati Sumenep Ungkap Harapan

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights