Minim Peminat, APHT Terancam Mangkrak? Berikut Saran AWDI Sumenep

- Editorial Team

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas alat linting atau sigaret kretek tangan bagi para calon pengusaha pabrik rokok yang disediakan oleh APHT Sumenep. ©Okedaily.com

Fasilitas alat linting atau sigaret kretek tangan bagi para calon pengusaha pabrik rokok yang disediakan oleh APHT Sumenep. ©Okedaily.com

OkeDaily.com Salah satu pogram andalan Pemerintahan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang berupa Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) kini diterpa isu kurangnya minat dari calon tenant.

Kekhawatiran itu muncul dari berbagai kalangan di Kota Keris, termasuk Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Sumenep, Mashudi.

Baca Juga :  Beyond Reality: Exploring the Future of Gaming with Virtual Reality Technology

Dirinya pun menilai, APHT yang berlokasi di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, sangat berpotensi akan bernasib serupa seperti halnya rumah produksi yang mana saat ini mangkrak tanpa kepastian arah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya bukannya pesimis ya terhadap program itu, namun melihat sejauh ini kalau tenant masih kurang peminat, maka sangatlah meyakinkan APHT akan terbengkalai juga” kata dia, Sabtu (19/4).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep perlu mengambil langkah berani dan terukur dalam menyusun kebijakan, khususnya dalam pembukaan lapangan kerja dan pengembangan kewirausahaan.

Baca Juga :  Aktivis Kepulauan Desak Bupati Sumenep Ganti KMP Wicitra Dharma

“Jika boleh saran, jangan tanggung membuat kebijakan, apalagi dalam rangka membuka lapangan kerja. Semestinya Bupati Sumenep lebih berani mengambil langkah ekstrem untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kendati begitu, ia juga menekankan tentang pentingnya kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah dengan para pelaku industri rokok setempat yang telah mapan.

Dalam hal ini, sambung dia, sebagai bentuk pendampingan yang konkret bagi calon-calon pengusaha muda yang tergabung dalam APHT Sumenep.

Baca Juga :  RSUD dr Moh Anwar Sumenep Merancang Smart Hospital By Sistem Digital Terpadu

“Semisal, langkah pertama persiapkan terlebih dahulu pengusaha pabrik rokok yang benar-benar berproduksi ya bukan yang abal-abal, untuk dijadikan pendamping bagi para tenant APHT nantinya,” tambah dia.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar Pemkab Sumenep juga memberikan kemudahan akses permodalan bagi para calon pengusaha rokok agar mereka tumbuh kembang secara mandiri.

“Yang tidak kalah penting juga terkait akses permodalan agar dipermudah untuk para calon pengusaha rokok baru, dan pendampingan yang optimal, InsyaAllah Sumenep berdaya bersama akan terwujud,” tukasnya.

Baca Juga :  Bupati Wongsojudo Imbau Ciptakan Suasana Aman dan Damai Selama Proses Pilkada 2024

Selain itu, ia juga meminta agar dilakukan pengalihan anggaran dari pelatihan wirausaha santri yang dinilai tidak efektif, ke sektor pendampingan produksi rokok yang lebih konkret.

“Ya kalau perlu alihkan saja anggaran pelatihan wirausaha santri ke pendampingan produksi pabrik rokok, ketimbang tak jelas outputnya, dan hanya terserap sebatas seremonial saja,” pungkasnya.

Minim Peminat, APHT Terancam Mangkrak? Berikut Saran AWDI Sumenep

Sementara Dirut PD Sumekar, Hendri Kurniawan, selaku penyelenggara APHT Sumenep membantah terkait isu minimnya minat tenant, dan dipastikan adalah hoaks.

Baca Juga :  Dana Bagi Hasil Pajak Akan Segera Cair, Berikut Penjelasan Kepala BPPKAD Sumenep

“Sekarang full, malah yang antri per hari kamis kemaren sudah 6 orang calon tenant untuk mendapat ruang baru tahap kedua,” katanya saat dikonfirmasi via percakapan WhatsApp.

Disinggung sejauh mana kesiapan legalitas atau penerbitan IUI dan NPPBKC para calon pengusaha yang tergabung di APHT Sumenep, ia menjawab “On proses mas, kita tetap mengikuti sesuai mekanisme yang ada,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya
Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum
Gandeng Investor, DPMPTSP Sumenep Intensifkan Pengawasan dan Bimbingan LKPM
Sejumlah Stand Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya
The Cakra Hotel Hadirkan Promo Staycation Libur Sekolah untuk Keluarga
Ratusan Sopir Truk Demo DPRD Mempawah, Soroti Kelangkaan Solar dan Dugaan Pungli di SPBU
Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah
Wabup Imam Harap Pengeboran Migas di Kangean Sukses Hingga Dongkrak PAD

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:35 WIB

Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:43 WIB

Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:52 WIB

Gandeng Investor, DPMPTSP Sumenep Intensifkan Pengawasan dan Bimbingan LKPM

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:16 WIB

Sejumlah Stand Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya

Senin, 8 Juni 2026 - 17:13 WIB

The Cakra Hotel Hadirkan Promo Staycation Libur Sekolah untuk Keluarga

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB