Inisial B Investasi Miliaran Rupiah pada PR Mulya Indah Milik Hayat

- Editorial Team

Rabu, 25 Juni 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi APS bersama Pemkab Sumenep dan Bea Cukai Madura. ©Okedaily.com

Audiensi APS bersama Pemkab Sumenep dan Bea Cukai Madura. ©Okedaily.com

OkeDaily.com Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Progresif Sumenep (APS), pada Rabu (25/6), menggelar audiensi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dan Bea Cukai Madura. Dalam diskusinya, terungkap fakta baru mengenai salah satu Perusahaan Rokok (PR) nakal.

Acara ini bertempat di Ruang Rapat Paseban Agung Sultan Abdurrahman Rumah Dinas Bupati Sumenep, yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian Setdakab Sumenep, Abd. Madjid, mewakili Bupati Sumenep dan diikuti sejumlah pejabat terkait.

Audiensi yang diinisiasi APS tersebut yakni terkait dengan tindakan tegas terhadap maraknya PR nakal yang tidak benar-benar berproduksi, namun tetap rutin melakukan penebusan pita cukai rokok, dan ironisnya untuk dijual kembali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Segerombolan Juru Parkir Ilegal Mengatasnamakan KONI Sumenep

Hal demikian sudah bukan rahasia publik lagi, jika dalam tiga tahun terakhir bermunculan sultan-sultan anyar di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep yang terlibat jejaring mafia itu.

Dalam praktek mafia pita cukai rokok, para pemilik PR nakal telah lumrah menjual sigaret kretek tangan (SKT) golongan III terhadap industri rokok ilegal yang semestinya menggunakan sigaret kretek mesin (SKM). Perbuatan ini lebih dikenal saltuk (Salah Peruntukan) yang “direstui” Bea Cukai.

Adapun pihak PR nakal yang diduga kuat melakukan praktik ilegal tersebut diantaranya PR Mulya Indah, PR Maju Gemilang, PR Murni Sejahtera, dan PR Cindy Jaya, serta PR Murni Sejahtera.

Baca Juga :  Gus Yoga Raih Suara Tertinggi DPRD Kota Denpasar

Dari sejumlah PR nakal yang menjadi sampling ini, ada fakta menarik pada PR Mulya Indah milik Hayat, terungkap dalam audiensi. Dimana yang bersangkutan disebut juga menggandeng investor inisial B yang merupakan kontraktor kenamaan di Kota Keris.

“Hayat ini juga menggandeng investor yang menyerahkan dananya sebesar Rp8,5 miliar sejak setahun lalu, dan memfokuskan produksinya di Kecamatan Batu Putih. Jadi di lokasi PR Mulya Indah itu tidak ada kegiatan produksi,” ujar audiens Aliansi Progresif Sumenep.

Ditambahkan, pemusatan produksi rokok milik Hayat ke wilayah Batu Putih menjadikan PR Mulya Indah hanya dijadikan lahan berternak pita cukai rokok. Begitu pun dengan bagi hasil investasi miliaran yang dikelola belum dinikmati sama sekali oleh sang investor.

Baca Juga :  Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2023, DPRD Sumenep Gelar Paripurna

Kendati demikian, pihak PR Mulya Indah yang diwakili pembantu sekretaris sempat berdalih dan menyatakan bahwa perusahaan rokok yang berlokasi di Kecamatan Saronggi itu tetap rutin melakukan kegiatan produksi.

Namun Aliansi Progresif Sumenep membantahnya, dan menerangkan bahwa pemilik PR Mulya Indah, terpantau rutin menjual pita cukai rokok kepada Sammy yang merupakan orang kepercayaan JH, pengusaha rokok besar asal Malang.

Inisial B Investasi Miliaran Rupiah pada PR Mulya Indah Milik Hayat
Asisten Perekonomian Setdakab Sumenep, Abd. Madjid (tengah) diapit Kepala Diskop UMKM dan Perindag, Moh. Ramli (kanan), dan Kepala Seksi Kepatutan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Andru Ledwan Permadi (kiri), saat audiensi bersama Aliansi Progresif Sumenep. ©Okedaily.com

“Pihak anda (PR Mulya Indah) gak usah mencari pembenaran. Bukti pita cukai rokok kalian pindah tangan sudah kami kantongi. Boleh saja Anda beralibi seolah-olah produksi beneran walaupun hanya modus modal paper rokok doang,” tegas audiens lainnya.

Baca Juga :  Polsek Medan Baru Melakukan Pengamanan Vaksinasi Merdeka di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara

Sementara itu, dikatakan Kepala Seksi Kepatutan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Andru Ledwan Permadi, bahwa pita cukai rokok yang telah pindah tangan merupakan pelanggan berat kepabeanan.

Kemudian, diskusi yang berlangsung hangat itu ditengahi Abd Madjid, yang mengatakan bahwa Bea Cukai Madura, Diskop UKM Perindag dan Satpol PP harus segera menindaklanjuti persoalan ini yang diduga telah melanggar aturan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

GMNI Sumenep Sentil Politisi PDIP: Rakyat Kepulauan Butuh Anggaran, Bukan Ganti Nama
Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah

Related News

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:37 WIB

GMNI Sumenep Sentil Politisi PDIP: Rakyat Kepulauan Butuh Anggaran, Bukan Ganti Nama

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB