Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

- Editorial Team

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bersatu Selamatkan Pulau. Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi bersatu soroti ancaman tambang migas di Pulau Sapudi, Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Mas'udi]

Bersatu Selamatkan Pulau. Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi bersatu soroti ancaman tambang migas di Pulau Sapudi, Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Mas'udi]

Forum diskusi tersebut juga membahas perlindungan terhadap terumbu karang, wilayah tangkap nelayan, biota laut dan ekosistem pesisir.

Dan yang paling penting. Jika terjadi kerusakan ekologis, siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana pemulihannya?. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kini mulai menjadi kegelisahan di tengah masyarakat.

Negara Boleh Mengkapling, Tetapi Rakyat Boleh Bertanya

KAHMI Sapudi, Yudi Ansori, menegaskan bahwa penetapan suatu wilayah sebagai lokus kegiatan migas tidak otomatis menghilangkan hak masyarakat untuk menyampaikan keberatan.

Baca Juga :  KM Mila Tujuan Situbondo Karam di Perairan Pulau Sapudi, Ini Penyebabnya

“Tidak ada alasan yang perlu ditoleransi, semuanya sudah pernah terjadi, perusahaan juga tidak pernah terbuka, termasuk DBH yang diberikan ke Pulau Sapudi,” ucapnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang dipersoalkan bukan semata-mata keberadaan perusahaan migas.

Ada persoalan lebih besar yang menyertainya. Transparansi, distribusi manfaat, dan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat.

Baca Juga :  SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers

Sebab bagi masyarakat pulau kecil, laut bukan sekadar hamparan air. Laut adalah tempat mencari ikan. Laut adalah ruang hidup. Laut adalah sumber pangan.

Dan bagi sebagian masyarakat pesisir, laut bahkan merupakan warisan yang menentukan keberlangsungan generasi berikutnya.

Ekonomi Nasional vs Ekologi Lokal

Sementara itu, FOKAL IMM Sapudi, Salam, menyoroti kecenderungan narasi pembangunan yang lebih mudah mengedepankan angka ekonomi.

Baca Juga :  Simsalabim, Dana Hibah APBD ke Baznas Sumenep Tak Pernah Diaudit

Ketika sebuah proyek migas masuk, kata dia, yang sering menjadi headline adalah nilai investasi, potensi pendapatan negara, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan penyerapan tenaga kerja.

Namun, pertanyaan ekologis sering kali tidak mendapatkan ruang yang sama besar. “Jarang sekali kita melihat infografis tentang berapa hektar terumbu karang yang akan terdampak atau bagaimana pola migrasi fauna lokal akan terganggu,” katanya.

Facebook Comments Box

Penulis : Mas'udi

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura
Kompeten! Prengki Wirananda Dinobatkan Terbaik UKW 2026 Tingkat Utama

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Senin, 21 September 2026 - 19:07 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB