Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

- Editorial Team

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bersatu Selamatkan Pulau. Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi bersatu soroti ancaman tambang migas di Pulau Sapudi, Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Mas'udi]

Bersatu Selamatkan Pulau. Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi bersatu soroti ancaman tambang migas di Pulau Sapudi, Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Mas'udi]

Di sinilah kritik para alumni aktivis menemukan titik pentingnya:

  1. Apakah ukuran keberhasilan pembangunan hanya dihitung dari rupiah yang masuk?
  2. Bagaimana jika di sisi lain terdapat biaya ekologis yang tidak masuk dalam tabel investasi?
  3. Bagaimana jika pendapatan ekonomi hanya dirasakan dalam jangka pendek, sementara kerusakan ekosistem harus ditanggung selama puluhan tahun?

Pulau kecil tidak memiliki ruang kesalahan yang besar. Satu kawasan pesisir yang rusak dapat berarti hilangnya ruang hidup bagi nelayan.

Satu ekosistem yang terganggu dapat memengaruhi rantai kehidupan yang jauh lebih panjang daripada umur sebuah proyek.

Baca Juga :  Curi Perhatian Kapolri, Akhirnya Helikopter Jemput Sinta

Gas sebagai Energi Transisi, Tetapi Apa Harga yang Dibayar?

Perdebatan mengenai gas bumi juga tidak sederhana. Gas alam kerap ditempatkan sebagai bagian dari transisi energi karena pembakarannya menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan batu bara untuk jumlah energi yang sama.

Namun, proses produksi dan distribusi gas tetap memiliki persoalan lingkungan, termasuk emisi dari kegiatan produksi serta potensi kebocoran metana.

Baca Juga :  Zamrud Khan Apresiasi Kehadiran Gedung Rehabilitasi Adhiyaksa

Karena itu, bagi para alumni aktivis Cipayung Plus Sapudi, label “energi transisi” tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kajian ekologis.

Justru karena berada di wilayah kepulauan yang memiliki ekosistem rentan, setiap aktivitas eksploitasi harus diuji secara terbuka.

“Bukan hanya berapa besar investasinya, tetapi juga bertanya erapa besar risikonya,” tegas Salam.

Perusahaan Tidak Boleh Bermain Culas

IKA PMII Sapudi, Hasan Al Hakiki, turut memberikan dukungan terhadap sikap penolakan tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui seluruh konsekuensi kegiatan migas yang masuk ke wilayah teritorial Pulau Sapudi.

Baca Juga :  Menjelang Bulan Suci Ramadhan, PSPS Sumenep Berbagi Minyak Goreng Gratis

Ia mempertanyakan kemungkinan adanya informasi penting mengenai dampak lingkungan yang belum sepenuhnya diketahui publik.

Salah satu isu yang menurutnya perlu dikaji lebih jauh adalah hubungan antara aktivitas industri migas, perubahan lingkungan, pemanasan global dan anomali kenaikan suhu.

Namun, seluruh dugaan tersebut membutuhkan pembuktian ilmiah dan data yang dapat diverifikasi. Justru karena itu, keterbukaan dokumen lingkungan menjadi penting.

Facebook Comments Box

Penulis : Mas'udi

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!
Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam
Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal
Dorong Pemerataan Kompetensi, SMSI Sumenep Minta SKK Migas Jabanusa Gelar UKW di Madura
Kompeten! Prengki Wirananda Dinobatkan Terbaik UKW 2026 Tingkat Utama

Related News

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Senin, 21 September 2026 - 19:07 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Digelar, Ini Kata Wabup Imam

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB