Denpasar, Okedaily.com – Menindaklanjuti jebolnya bendung intake Batan Nyuh di Tukad Badung pada 8 September 2025, Anggota DPRD Kota Denpasar, Tommy Sumerta, mendampingi Pekaseh Subak Kerdung untuk berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Satker OP, dan PPK OP3 BWS Bali Penida pada Kamis, 11 September 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan keluhan para petani Subak Kerdung yang lahan pertaniannya seluas 129 hektar tidak mendapatkan air irigasi dari september 2024.

Dalam pertemuan tersebut, pihak BWS Bali Penida menyampaikan bahwa bendung intake Batan Nyuh sudah dalam tahap pengerjaan secara swakelola. Pintu penguras bendung telah selesai dikerjakan, dan dilanjutkan dengan pemasangan bronjong di tubuh bendung yang jebol sebelum pengecoran bendung.
Tommy Sumerta juga mengharapkan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar segera melakukan pengerukan sedimen di saluran intake dan membuat manhole sebagai titik kontrol pemeliharaan pada saluran terowongan intake.
“Ditargetkan pekerjaan ini bisa selesai di akhir Oktober 2025, sehingga pada bulan November 2025 air irigasi sudah bisa mengairi sawah di Subak Kerdung dan para petani bisa kembali melakukan pola tanam yang terhenti selama setahun,” ujar Tommy.

Upaya perbaikan bendung ini juga merupakan langkah untuk mempertahankan kawasan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan perbaikan ini, diharapkan para petani Subak Kerdung dapat kembali produktif dan berkontribusi pada ketahanan pangan di Kota Denpasar.


















