Cipayung Plus Medan Gelar Konferensi Pers, Berikut Keterangannya

- Editorial Team

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Cipayung Plus kepemimpinan Walikota Medan belum mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat. ©okedaily.com/Ilham HB

Cipayung Plus kepemimpinan Walikota Medan belum mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat. ©okedaily.com/Ilham HB

OkeDaily.com – Cipayung Plus Kota Medan yang terdiri dari KAMMI, PMII, PMKRI, HIMMAH, IMM, dan GMNI menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang tidak hadir menemui massa aksi dalam demonstrasi yang digelar pada Senin lalu di depan Kantor Wali Kota Medan.

Ketidakhadiran tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang datang untuk menyampaikan kritik terkait berbagai persoalan tata kelola pemerintahan di Kota Medan.

Baca Juga :  Ratusan Juta Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai, Agung Prayoga: Peredaran Masih Marak

Sebagai bentuk sikap tegas sekaligus komitmen untuk terus mengawal kepentingan rakyat, Cipayung Plus Kota Medan memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koalisi organisasi mahasiswa tersebut menilai bahwa hingga saat ini Wali Kota Medan belum menunjukkan keseriusan dalam menanggapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut mereka, kepemimpinan Walikota Medan belum mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Bahkan, sejumlah kebijakan dan dugaan persoalan yang muncul justru menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

Baca Juga :  BRIDA Sumenep Bersama LPPM UNIBA Madura Lakukan Penelitian SIM Pendataan Garis Kemiskinan

Beberapa isu yang menjadi perhatian Cipayung Plus Kota Medan antara lain dugaan pembungkaman kritik terhadap masyarakat sipil melalui penertiban spanduk kritik secara selektif oleh aparat pemerintah daerah, sementara spanduk yang berisi dukungan terhadap wali kota tetap dibiarkan terpasang.

Selain itu, Wali Kota Medan juga dinilai ingkar terhadap sejumlah janji kampanye yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat. Adapun polemik yang disoroti Cipayung Plus Medan, diantaranya pengangkatan tenaga ahli di lingkungan Pemkot Medan, seperti Rio Adrian Sukma, Alwi Maksudi, dan Muhammad Yasin Ali Gea.

Hingga kini, publik belum juga memperoleh kejelasan terkait dasar pengangkatan, tugas pokok dan fungsi, serta besaran anggaran yang digunakan untuk menggaji para tenaga ahli tersebut.

Di samping itu, sejumlah persoalan lain turut menjadi sorotan, di antaranya kebijakan yang dinilai berpotensi memecah belah umat, dugaan buruknya tata kelola pelayanan di RSUD H. Bachtiar Djafar, serta dugaan manipulasi pajak reklame oleh oknum di Badan Pendapatan Daerah.

Baca Juga :  Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Terhadap LKPJ Kepala Daerah 2022, DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna

Koalisi mahasiswa tersebut juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap usaha hiburan yang tetap beroperasi di luar ketentuan selama bulan Ramadan.

Tak hanya itu, mereka menilai maraknya bangunan yang diduga belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dugaan pungutan liar dalam pengurusan PBG, meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis di berbagai titik kota, serta dugaan maraknya praktik perjudian dan peredaran narkotika di sejumlah wilayah Kota Medan juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

Atas berbagai persoalan tersebut, Cipayung Plus Medan secara tegas menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya mendesak:

  1. Walikota Medan untuk mengundurkan diri dari jabatannya,
  2. DPRD Kota Medan menggunakan hak angket untuk mengevaluasi kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Medan,
  3. Aparat penegak hukum dan lembaga terkait untuk mengusut berbagai dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan Pemkot Medan.
Baca Juga :  Pengurusan Participating Interest 10% oleh Petrogas Jatim Sumekar Dinilai Berlarut-larut

Cipayung Plus Medan menegaskan bahwa aksi jilid II merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Mereka berharap Walikota Medan dapat menunjukkan sikap terbuka dan bertanggung jawab dengan menemui massa aksi serta memberikan penjelasan secara langsung kepada publik.

“Jika Walikota Medan kembali menghindar dan tidak bersedia menemui massa aksi, maka hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa kepemimpinan yang dijalankan saat ini tidak siap untuk menerima kritik dan evaluasi dari masyarakat,” tegas Cipayung Plus Medan.

Baca Juga :  Tragedi Tricomp, Sulaisi : Saya Curiga Sebagai Bagian Dari Intimidasi

Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari Pemkot Madan maupun DPRD setempat terkait dugaan tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Ilham Batubara

Editor : Mashudi S

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News