DENPASAR, Okedaily.com – Pernah menjalani kehidupan di balik jeruji besi menjadi titik balik bagi Made Muliawan Arya alias De Gadjah untuk mengubah hidupnya.
Dari masa lalu yang kelam, pria kelahiran Denpasar, 12 Mei 1981 itu kini dikenal sebagai sosok inspiratif yang aktif memberikan motivasi kepada masyarakat, termasuk warga binaan di Lapas Kerobokan.
Untuk kesekian kalinya, De Gadjah hadir di Lapas Kerobokan guna berbagi pengalaman hidup dan membangkitkan semangat para narapidana agar tidak kembali terjerumus ke dunia kriminalitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti yang dilakukannya pada Sabtu (9/5/2026). Di hadapan warga binaan, De Gadjah mengaku tidak pernah melupakan masa lalunya. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai “alumni” Lapas Kerobokan.
“Pertama-tama saya mau bilang. Saya kesini bukan untuk ceramah sok suci ya. Karena saya juga Alumni sini. Jadi kalau ada yang Bilang saya tidak mengerti kehidupan Lapas. Wah salah orang,” ungkapnya.
Dengan gaya santai diselingi humor, De Gadjah mencoba membangun kedekatan dengan para warga binaan. Namun di balik candaannya itu, tersimpan pesan mendalam tentang kehidupan dan perubahan diri.
“Tapi Jujur tempat ini mengajarkan saya banyak hal. Tentang hidup. Tentang teman. Tentang siapa yang benar-benar peduli. Saya tahu rasanya bangun pagi bukan karena alarm, tapi karena pintu dibuka. Saya tahu rasanya makan apa aja tetap dibilang enak. Karena pilihannya memang itu,” kenangnya.
Dalam kesempatan itu, De Gadjah juga mengingatkan warga binaan agar tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama setelah bebas nanti. “Yang penting nanti keluar dari sini jangan jadi alumni yang rajin reuni. Sekali jadi alumni cukup. Jangan ambil S2 disini,” ingatnya.
Ia mengaku pernah merasa hidupnya telah berakhir ketika mendekam di penjara. Namun pengalaman itu justru menjadi awal perubahan besar dalam hidupnya.
“Dulu saya juga pernah berpikir hidup saya selesai. Tapi ternyata Tuhan belum selesai dengan hidup saya. “Nanti kalau keluar hati-hati pilih teman. Karena kadang yang bikin kita masuk bukan kurang pintar, tapi terlalu percaya sama orang,” ujarnya.
De Gadjah juga menekankan bahwa setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. “Baterai HP aja Bisa di-charge ulang, masa hidup kita tidak bisa?” ajaknya.
Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu alasan penting untuk bangkit dari keterpurukan. “Percaya atau tidak di luar sana masih ada orang yang berharap kalian berubah, mungkin orang tua, mungkin anak mungkin keluarga. Jangan buat mereka menunggu perubahan yang tidak pernah datang,” tandasnya.
De Gadjah mengajak warga binaan untuk tidak menyerah terhadap keadaan dan terus memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik.
“Tempat ini bisa mengurung badan, tapi jangan sampai mengurung mimpi dan harapan. Orang hebat bukan orang yang tidak pernah jatuh, tapi orang yang bisa bangkit tanpa menyalahkan dunia,” sebutnya.
“Saya berdiri di sini bukan karena hidup saya sempurna, tapi karena saya memilih untuk tidak menyerah. Kalau saya bisa bangkit, kalian juga bisa,” imbuhnya.
Menurutnya, masa depan tidak ditentukan masa lalu, tetapi keputusan kita saat ini untuk melakukan yang terbaik dengan niat yang baik. “Dan dengan tekad untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin saya percaya, di balik setiap orang di sini, ada potensi besar yang belum sepenuhnya terlihat,” tukasnya.
“Nanti keluar dari sini, jangan hanya berubah penampilan, tapi berubah cara berpikir. Jadilah pribadi yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih bertanggung jawab. Bangkit, perbaiki diri, lebih hebat,” harapnya.
Penulis : Alfin
Editor : Editor


















![Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©okedaily.com [dok: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260319_033856-360x200.jpg)
![Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©Okedaily.com [dok. pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250727_200551-e1753622116131.jpg)