Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

- Editorial Team

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Yang perlu ditiru adalah keberanian masyarakat untuk bertanya kepada negara: apa sebenarnya arti keadilan bagi daerah yang selama ini merasa memberikan banyak tetapi menerima terlalu sedikit?.

Aceh mempunyai sejarah panjang dan konteks politik yang sangat berbeda dengan Madura. Karena itu, membandingkan keduanya secara mentah tentu tidak tepat.

Baca Juga :  Inovasi Pemkot Solo dalam Menyikapi PHK

Tetapi ada satu hal yang universal: Rakyat yang terlalu lama merasa tidak didengar pada akhirnya akan mencari cara untuk membuat suaranya terdengar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan pertanyaan itu sekarang layak dilemparkan kepada Madura. Mengapa daerah yang kaya tembakau, garam dan migas masih harus berhadapan dengan berbagai persoalan kemiskinan?.

Baca Juga :  Tanki Kilang Cilacap Terbakar, Ahok : Operasional Pertamina Normal

Mengapa petani tembakau dan garam sering berada pada posisi paling lemah dalam rantai ekonomi? Mengapa anak muda Madura harus keluar pulau untuk mencari masa depan?

Mengapa potensi kepulauan, garam, perikanan, pertanian, energi, pariwisata dan ekonomi lokal belum sepenuhnya menjadi mesin kesejahteraan masyarakat?.

Baca Juga :  Grand Final Putra Putri FIA Unisma, Farhan : Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman

Dan yang paling penting: Mengapa Madura begitu sering diminta bersabar, tetapi begitu jarang diberi ruang untuk menentukan masa depannya sendiri?.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer
Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Related News

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:54 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Senin, 13 Juli 2026 - 22:34 WIB

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Latest News

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB