Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

- Editorial Team

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Merdeka adalah ketika petani tidak selalu menjadi korban dari sistem perdagangan. Merdeka adalah ketika anak Madura tidak harus meninggalkan kampung halamannya hanya karena di tanah sendiri tidak tersedia masa depan.

Dan merdeka adalah ketika masyarakat memiliki keberanian untuk menentukan arah pembangunan daerahnya sendiri secara demokratis dan konstitusional.

Baca Juga :  Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Madura tidak membutuhkan romantisme kosong tentang perjuangan. Madura membutuhkan kesadaran baru. Kesadaran bahwa daerah ini bukan sekadar lumbung suara ketika pemilu. Bukan sekadar pasar ketika ada kepentingan ekonomi. Bukan sekadar wilayah yang dikunjungi pejabat ketika musim kampanye.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Madura adalah bagian penting dari republik ini. Dan karena itu Madura berhak bertanya. Berhak mengkritik. Berhak menuntut keadilan. Berhak menyusun gagasan tentang masa depannya. Tanpa harus meminta izin kepada siapa pun untuk menjadi masyarakat yang sadar.

Baca Juga :  Bulan Kemerdekaan, Tank Oreng Center Berbagi Ribuan Buku Tulis untuk Pelajar Sapudi

Kalau Aceh minggu ini berani kembali mengingatkan pusat bahwa daerah bukan sekadar objek pembangunan, mungkin Madura justru perlu belajar lebih keras.

Bukan untuk memberontak. Tetapi untuk berhenti diam. Sebab diam terlalu lama bukan selalu tanda kesetiaan.

Baca Juga :  Menag Yaqut Jadi Amirul Hajj Indonesia 2022, Ikut Lebaran 9 Juli Gak Ya?

Kadang-kadang, diam adalah tanda bahwa sebuah masyarakat sudah terlalu lama dibuat percaya bahwa ketidakadilan adalah sesuatu yang normal.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing
Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Latest News

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Kopini

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Kamis, 1 Okt 2026 - 16:38 WIB