Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

- Editorial Team

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]

Mungkin problem terbesar Madura bukan karena kita tidak memiliki potensi. Problem kita justru karena terlalu lama menerima keadaan ini sebagai takdir.

Kita sering lebih berani mengkritik tetangga daripada mengkritik sistem. Lebih berani membicarakan politikus di warung kopi daripada mempertanyakan kebijakan yang menentukan harga hidup kita.

Baca Juga :  Koreksi, Leasing Tidak Bisa Menarik Kendaraan di Jalan

Terkadang, lebih sibuk berdebat siapa yang paling Islami, paling nasionalis, paling NU, paling Muhammadiyah, paling kiai atau paling dekat dengan penguasa daripada bertanya: Siapa yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat Madura?.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita mudah terpecah oleh identitas. Sementara mereka yang menikmati keuntungan dari perpecahan kita bisa duduk tenang di satu meja.

Baca Juga :  Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Inilah bentuk penjajahan paling modern: rakyat dibuat sibuk bertengkar, sementara sumber daya diambil diam-diam.

Merdeka bukan sekadar mampu mengibarkan bendera. Merdeka adalah ketika rakyat berani mengatakan tidak terhadap ketidakadilan. Merdeka adalah ketika hukum tidak mengenal siapa yang membayar.

Baca Juga :  Semarak Kemerdekaan, Gebyar KEHATI PAUD EL-FATH Meriahkan HUT RI ke-81

Merdeka adalah ketika pejabat memahami bahwa jabatan bukan warisan keluarga dan bukan mesin penghasil kekayaan. Merdeka adalah ketika hak rakyat tidak mudah dipermainkan.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer
Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Related News

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:54 WIB

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:13 WIB

Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Senin, 13 Juli 2026 - 22:34 WIB

Catatan Fauzi AS: Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Latest News

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB