Pohon dan Air
Pohon membantu menjaga tata air secara alami. Tajuknya memperlambat jatuhnya air hujan, sedangkan akar dan bahan organik membantu air meresap ke dalam tanah.
Proses sederhana ini disebut “infiltrasi”. Air yang masuk ke tanah kemudian dapat tersimpan sebagai kelembapan dan membantu mengisi cadangan air bawah tanah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika tutupan pohon berkurang, kemampuan tanah menahan dan menyerap air juga dapat ikut menurun. Air hujan lebih mudah mengalir di permukaan, sehingga tidak seluruhnya tersimpan di dalam tanah.
Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat. Namun ketika musim kemarau berlangsung panjang, berkurangnya cadangan air akan semakin terasa.
Tentu, kekeringan tidak hanya disebabkan oleh penebangan pohon. Curah hujan, panjang musim kemarau, kondisi tanah, sumber air bawah tanah dan penggunaan air juga berpengaruh.
Tetapi ketika pohon-pohon besar terus ditebang, sementara pada saat yang sama masyarakat semakin sulit memperoleh air, kondisi tersebut semestinya tidak hanya dianggap sebagai kebetulan. Ada persoalan lingkungan yang perlu mulai diperhatikan secara serius.
Gendang Barat Bukan yang Pertama
Kesulitan air di Pulau Sapudi bukan persoalan baru. Di Desa Pancor, kekeringan pernah dirasakan di beberapa dusun, antara lain Sabung-Bung, Nangger dan Pancor Timur.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





![Warga Gendang Barat kesulitan air bersih. Kondisi ini disebut sebagai sinyal persoalan lingkungan yang lebih besar di Pulau Sapudi. ®okedaily.com [foto: Mas'udi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260906_153112-225x129.jpg?v=1788683519)
![Pelantikan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2031 di JW Marriott Hotel Jakarta berlangsung khidmat. Dewan Pembina Misyal B. Achmad, menegaskan pentingnya integritas, profesionalitas, dan pengabdian advokat dalam penegakan hukum yang berkeadilan. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260906_092328-225x129.jpg?v=1788661515)
![Pemuda Gayam membangun bak air darurat untuk warga Gendang Barat yang terdampak kekeringan. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260906_063617-225x129.jpg?v=1788651585)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-225x129.jpg?v=1788611300)
![Nenek Sumaina sidampingi saudaranya, Jupri yang masih hidup namun tercatat meninggal di data kependudukan Dukcapil sehingga haknya sebagai warga negara terputus. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_135846-225x129.jpg?v=1788591726)
![Direktur Pusat Kajian Strategis Governansi Digital Inklusif, Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., A.Ks., S.Sos., M.Si. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260904_102024-225x129.jpg?v=1788492097)


![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
![Tank Oreng Center Go To School di MI Khairul Jadid, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260818_112205-360x200.jpg?v=1787026997)
![Tim Cara’de dari Mahasiswa Unhas menggelar pelatihan produksi pakan ikan untuk pembudidaya. ®okedaily.com [Foto: Wandi Abdullah]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260817_192953-360x200.jpg?v=1786970828)

