Kondisi tersebut bahkan pernah mendapat bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui Dinas Sosial, dan sejumlah pihak.
Wilayah lain seperti Desa Prambanan dan Desa Gendang Timur juga pernah mengalami dampak kekurangan air bersih pada periode sebelumnya. Kini, Gendang Barat kembali menghadapi persoalan serupa.
Rangkaian peristiwa tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bersama. Jangan sampai setiap kemarau datang, solusi yang dilakukan hanya mengirimkan air setelah masyarakat mengalami kesulitan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saatnya Ada Langkah Nyata
Bantuan air untuk warga Gendang Barat terus mengalir sampai saat ini, dan tentu harus terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan.
Tetapi bersamaan dengan itu, perlu ada langkah yang lebih mendasar. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu memperhatikan keberadaan pohon-pohon besar yang masih tersisa.
Penebangan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, disertai penanaman kembali dan perlindungan kawasan yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan.
Para pelaku usaha kayu juga perlu melihat bahwa setiap pohon bukan sekadar barang yang bisa dihitung berdasarkan harga per batang. Ada fungsi lingkungan yang ikut hilang ketika pohon tersebut ditebang.
Pemerintah desa dan kecamatan pun perlu mulai mendata kondisi tutupan pohon, sumber-sumber air dan wilayah yang rawan kekeringan sebagai dasar mengambil kebijakan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya




![Warga Gendang Barat kesulitan air bersih. Kondisi ini disebut sebagai sinyal persoalan lingkungan yang lebih besar di Pulau Sapudi. ®okedaily.com [foto: Mas'udi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260906_153112.jpg?v=1788683519)




![GMNI Sumenep menggelar mimbar bebas di depan Kantor Pemkab Sumenep. Mereka mempertanyakan urgensi dan manfaat konkret wacana perubahan nomenklatur. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_173301-225x129.jpg?v=1791285201)
![GPS saat menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan Desa Saobi kepada DPMD Kabupaten Sumenep. Audiensi tersebut menjadi ruang penyampaian sejumlah pertanyaan publik mengenai pelayanan, transparansi anggaran, partisipasi BPD dan aparatur desa, serta keterbukaan informasi. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261006_171734-225x129.jpg?v=1791281902)


![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
